Kinerjanya Positif di 2021, MUF Yakin Bisa Meraih Laba Hingga 70 Persen di 2022

0
- Advertisement -

NMAA News – Seiring pulihnya kondisi pasar otomotif nasional khususnya jual-beli kendaraan baru maupun bekas, PT Mandiri Utama Finance (MUF) membidik peningkatan laba signifikan di periode 2022 ini. Setidaknya dengan komposisi 55 persen kendaraan baru dan 45 persen kendaraan bekas.

Dengan kondisi pasar otomotif yang terus menggeliat di 2022, potensi laba MUF diprediksi bahkan bisa meningkat sampai dua kali lipat.  Untuk itu perusahaan menargetkan laba bersih perusahaan bisa kembali meningkat setidaknya 70% dari pencapaian tahun ini.

Dalam kesempatan beraudiensi langsung sejumlah media terbatas di Jakarta, Kamis (24/2/2022), Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja menjelaskan pada 2021 MUF sukses merealisasikan peningkatan laba bersih menjadi Rp102,36 miliar. Perolehan ini menjadikan MUF meraih laba naik hampir 2 kali lipat, bahkan dibanding kondisi normal periode 2019 senilai Rp51,78 miliar.

“Hasil raihan ini membuat MUF mendapat apresiasi dari Grup Mandiri sebagai anak usaha dengan best recovery. Kami akan lanjutkan pencapaian ini pada periode 2022,” ujar Stanley. Sebelumnya, pada tutup buku 2020, MUF mencatat rugi bersih sekitar Rp12 miliar karena terdampak pandemi Covid-19.

Menurut Stanley, memasuki tahun ketujuh operasi MUF, kendati performa pada 2020 mengalami penurunan akibat pandemi, namun MUF berhasil menjaga dengan baik lini bisnisnya. Karena itu pula, pada 2021, MUF mampu melakukan fully recovery, dengan hasil bahkan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Operation Director MUF Rita Mustika menceritakan perjalanan perusahaan pada 2020 yang cukup menantang. Masuk 2021, kondisi diakuinya jauh lebih baik.

“Dalam kondisi pandemi, MUF dituntut lebih adaptif mengubah sejumlah kebijakan proses bisnis. MUF ikut serta menerapkan restrukturisasi pembiayaan yang diminta pemerintah dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional,” tutur Rita.

Performa pembiayaan MUF di bidang otomotif pada 2021

Proses restrukturisasi ini juga berjalan alot dan diakui cukup berat bagi MUF. “Ada sekitar 25% akun pembiayaan MUF direstrukturisasi pada 2020. Nilainya mencapai Rp 3,24 triliun, dan kemudian terus menyusut sekitar 51% menjadi sebesar Rp 1,6 triliun per Desember 2021,” papar Rita.

Dengan analisa dan pemantauan ketat, MUF berhasil menjaga rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) di level 0,87%. Angka besaran ini jauh lebih baik dibandingkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk rata-rata industri sebesar 3,53%. “Strategi kami pada 2021 terbukti membawa MUF tetap sustain dan bahkan tumbuh dibanding sebelum pandemi,” ujar Rita.

Dari segi bisnis menurut Rita, pencapaian laba tahun lalu merupakan buah pertumbuhan pembiayaan baru (booking) yang mencapai 97 persen (year-on-year/yoy) di tahun lalu, tepatnya dari Rp5,8 triliun pada 2020 menjadi Rp11,6 triliun pada 2021.

Pencapaian tersebut diklaim berada pada level sebelum pandemi. Sedangkan piutang pembiayaan tumbuh 34,5% (yoy) menjadi Rp 16,6 triliun, di samping rata-rata industri yang masih mencatat penyusutan sebesar 1,4%.

Dengan sejumlah kinerja positif tersebut, MUF mencatatkan return on equity (ROE) sebesar 18,3%, dengan ekuitas tumbuh 20,3% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 620 miliar. Rita juga menyebutkan, kini MUF lebih optimis sambil berharap situasi pandemi pada 2022 bakal lebih terkendali dengan pertumbuhan ekonomi lebih baik.

“Tahun 2021 kami tutup dengan membukukan laba Rp 102 miliar. Tahun 2022 kita menginginkan itu meningkat. Belajar dari pencapaian di 2021, maka target peningkatan itu sekitar 70% dari laba tahun 2021,” bilang Rita optimis.

Tahun ini, MUF mencoba membidik pembiayaan baru senilai Rp12,3 triliun, dengan porsi 55 persen untuk kendaraan baru dan 45 persen untuk kendaraan bekas. “Kendati pembiayaan baru tumbuh sedikit, tapi kualitas pembiayaan terus kami tingkatkan lewat kehati-hatian, sehingga lebih efisien dari sisi beban. Harapannya, laba bersih minimal bisa tumbuh 70 persen secara year-on-year ketimbang tahun lalu,” pungkasnya.

 

- Advertisement -