NMAAPedia: 18 Tahun Sejak Debut Pertama Mitsubishi Lancer Evolution VIII MR

0
Foto: Mitsubishi/Cliccar
- Advertisement -

NMAA News – Monster balap kejuaraan Rally dunia (WRC) Mitsubishi Lancer Evolution mencatat sejarah bagi generasi penerusnya setelah menuai kemenangan dan sejarah di tiap generasi. Tapi, begitu memasuki 2001 sedikitnya mengubah haluan bagi penerus klan Lancer Evolution.

Saat itu, Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) selaku federasi non profit yang mengatur kepentingan motorsport menetapkan regulasi baru WRC untuk menggantikan Group A. Hal ini berimbas pada kehadiran Lancer Evolution VII yang tidak diikusertakan dalam homologasi WRC.

Sehingga beberapa perubahan justru membuat kiprahnya sedikit ‘tenggelam’. Sebab, basis mobil kini dibangun dari Lancer Cedia. Otomatis, memiliki dimensi dan bobot berbeda dibanding Lancer Evo VI. Tapi, pabrikan Mitsubishi kemudian menghadirkan suguhan baru mengakali sebuah ‘downgrade’ tersebut. Semisal perombakan pada sasis, pemasangan peranti active center differential dan limited-slip differential.

Foto: RC gallery

Beralih ke sektor tenaga, Evo VII mendapat warisan mesin 4G63T yang kini dioptimalkan dengan sistem pendingin. Soal tenaga, mesin tersebut terdampak ‘Gentleman Agreement’ sehingga membuat outputnya hanya 276 HP meski torsi cukup berlimpah sekitar 385 Nm. Model satu ini juga menjadi titik awal varian Lancer Evo pertama yang menerima transmisi otomatis GT-A dan tersedia dalam varian GSR dan RS.

Memasuki Januari 2003, Mitsubishi menghadirkan Lancer Evolution VIII sekaligus momen pertama kali sedan sport tersebut mengaspal di Amerika Utara. Dalam seremonial tersebut, EVO VIII akhirnya dipamerkan di pameran prestisius, Los Angeles Auto Show di tahun dan bulan yang sama.

Foto: Mitsubishi/Cliccar

Mitsubishi Evolution VIII hadir dalam varian RS, GSR, dan MR. Nah, khusus varian terakhir ini sudah mendapat racikan performa dibanding dua varian lain. Dibalik kap, masih tertanam mesin 4G63T bertenaga 276 HP. Sementara khusus pasar Inggris model ini dijual dengan banyak varian mesin berbeda. Mulai dari tipe FQ300 (305 HP), FQ320 (325 HP), FQ340 (345 HP), and FQ400 (405 HP).

Melalui sebuah pengujian oleh media otomotif Inggris, Lancer Evolution VIII varian FQ-400 sanggup menuntaskan uji akselerasi dari diam hingga 100 Kpj hanya dalam 3,5 detik dengan raihan angka top speed 282 Kpj.

Foto: Mitsubishi UK

Tepat hari ini, 13 Februari jadi momen krusial bagi kiprah Lancer Evolution VIII MR. Pasalnya, 18 tahun lalu pada 13 Februari 2004 Mitsubishi Motors mulai menjual varian performa tersebut di antara dua varian lain, RS dan GSR.

Penerus klan Lancer Evolution ini mendapat racikan khusus. Semisal peningkatan pada diameter nosel turbin dari mesin turbo 2.0 liter  straight 4DOHC 16V dan menambahkan katup wastegate. Selain itu, ubahan lain yang membedakan dengan varian RS maupun GSR terletak pada pemasangan suspensi bilstein, peningkatan kinerja sistem penggerak semua roda dan rem anti-kunci sporty (ABS).

Demi mengurangi bobot kendaraan, pabrikan telah menyematkan atap dari panel alumunium dan pintu supaya dapat memangkas bobot hingga 10 kilogram. Kemudian dilengkapi velg multi-spoke besutan BBS.

Meski banyak anggapan jika Lancer Evo VIII MR justru tidak terlalu populer, pabrikan telah memberi sentuhan visual pada tampangnya dengan sebutan ‘Boulay Face’. Menghadirkan logo berbentuk gunung Fuji di tengah kisi-kisi depan. Tak tanggung-tanggung, desain generasi ke-8 ini dirancang oleh desainer mobil Mercedes, Olivier Boulay yang saat itu menangani berbagai desain mobil dari perusahaan Daimler Chrysler.

Foto: GO Auto

Sayangnya, setelah kehadirannya pertama ini bersamaan dengan popularitas Lancer Evo  yang kian meredup setelah kemundurannya dari kejuaraan WRC. Namun, lahirnya generasi ke-10 mampu membalikan keadaan sementara.

Hingga akhirnya sang legenda benar-benar meredup pada 2015. Momen ini seketika mengakhiri sejarah Lancer Evo selama 23 tahun di kancah balap reli. Terlebih lagi, merupakan sebuah keputusan sulit bagi pabrikan Mitsubishi dan in house tuner Ralliart dengan permasalahan anggaran untuk terjun di kejuaraan motorsport.

- Advertisement -