Pahami Camber, Caster, Toe, dan Kingpin Inclination untuk Keselarasan Roda: Suspensi dan Ban Jadi Lebih Awet

0
- Advertisement -

NMAA News – Sektor kaki-kaki yang normal memberi ketenangan bertransportasi sekaligus bisa mendeteksi masalah muncul lebih dini. Salah satu masalah di kaki-kaki kendaraan yang sebaiknya dihindari adalah tidak selarasnya roda yang mempengaruhi suspensi dan kondisi ban.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengimbau konsumen melakukan pemeriksaan dan pengaturan wheel alignment secara berkala. Gunanya, memastikan kondisi roda selaras dan seimbang antara Camber, Caster, Toe, dan Kingpin Inclination.

Menurut Hariadi, Asst. to Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), wheel alignment berfungsi memastikan stabilitas suspensi kendaraan agar bekerja optimal dan membuat usia roda lebih awet.

Saat pemeriksaan wheel alignment, yang perlu diperhatikan adalah Camber, Caster, Toe, dan Kingpin Inclination untuk memastikan sudut ban terpasang sempurna. Karena hal tersebut mempengaruhi cara ban bersentuhan dengan jalan.

Berikut pengertian mengenai Camber, Caster, Toe, dan Kingpin Inclination, yang sering terlewatkan oleh pemilik kendaraan:

  1. Camber

Camber adalah tingkat kemiringan roda bagian atas apabila dilihat dari sudut vertikal. Pemeriksaan ini memastikan sudut ban tidak miring ke dalam atau ke luar. Apabila camber tidak sejajar/selaras, dipengaruhi kerusakan bantalan yang aus, suspensi roda, atau sambungan joint.

Camber memiliki 2 jenis sudut, yaitu positif dan negatif. Untuk positif, bagian atas memiliki kemiringan ke arah luar. Hal ini bertujuan menyeimbangkan ban bagian bawah yang tertekan ke luar saat dibebani dan beban pada steering berkurang.

Sedangkan negatif, bagian atas memiliki kemiringan ke arah dalam yang berfungsi mengupayakan kendaraan stabil dan juga lurus. Camber negatif sering diaplikasikan pada mobil dengan ground clearance rendah/ceper atau mobil balap yang butuh kestabilan tinggi saat bermanuver di kecepatan tinggi.

  1. Caster

Caster adalah sudut garis simetri kingpin dan garis vertikal di bidang datar. Sudut ini berfungsi menyeimbangkan kemudi, memberikan stabilitas, dan menyeimbangkan kendaraan ketika di jalanan menikung.

Caster diatur agar sudutnya tetap di tengah, agar sumbu kemudi tetap lurus dan seimbang, karena apabila tidak seimbang maka mobil akan mengarah ke satu sisi saja. Caster terdiri dari dua jenis yaitu positif dan negatif.

Caster positif yaitu posisi saat bagian atas roda mengarah ke belakang kendaraan. Caster positif membuat titik pusat permulaan dari singgung ban dengan jalan ada di belakang titik potong sumbu kingpin.

Sedangkan Caster negatif, posisi ketika bagian atas roda mengarah ke depan kendaraan. Ada juga caster nol yakni ketika garis simetri pada kingpin atau tumpuan sejajar bersama garis vertikal yang datar. Kelebihan caster sendiri adalah roda kemudi yang akan kembali lurus saat pengemudi membelokkan kendaraan.

  1. Toe

Toe adalah sudut yang berbelok ke dalam atau ke luar apabila dilihat dari atas menggunakan alat ukur yang digunakan. Apabila terjadi kesalahan maka dapat mempercepat keausan roda. Berbeda dengan caster dan camber, pengukuran toe menggunakan satuan inci.

Toe sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu toe in dan toe out. Pemeriksaan ini untuk memastikan bahwa sudut ban tidak terlalu belok ke dalam atau ke luar atau perlu disesuaikan. Apabila jarak antara roda kanan dan kiri sudah sesuai, dan bagian belakangnya sudah sesuai, maka laju mobil akan seimbang dan dapat berjalan lurus.

3. KINGPIN INCLINATION
  1. Kingpin Inclination

Kingpin Inclination adalah sudut terhadap garis vertikal dan bisa dilihat dari bagian depan kendaraan, atau disebut juga Steering Axis Inclination yang dapat menimbulkan jarak offset semakin kecil.

Pemeriksaan ini berfungsi mengetahui kestabilan kemudi ketika menggelinding di sekitar kingpin. Ketika kendaraan berhenti, maka gaya jadi lebih kecil untuk memutarkan kemudi. Kemudian pemeriksaan ini juga dapat menciptakan pengaruh self centering yang lebih kuat, membuat roda depan yang dibelokkan saat melewati tikungan dapat kembali lurus ke depan.

Pentingnya melakukan pemeriksaan wheel alignment atau spooring adalah untuk menghindari kondisi mobil yang tidak seimbang atau tidak berjalan lurus dan sangat penting dilakukan setidaknya enam bulan sekali.

“Apabila mobil terkena benturan, sering melewati jalan yang berlubang, kemudi terasa berat, tidak stabil, roda tidak kembali dengan baik, dan ban cepat aus, pengendara dapat melakukan pemeriksaan di bengkel resmi Suzuki yang tersebar di seluruh Indonesia dan akan ditangani teknisi yang berpengalaman untuk menjaga kondisi mobil tetap stabil saat digunakan jarak dekat maupun jauh,” tutup Hariadi.

- Advertisement -