Pasar Otomotif Nasional Diprediksi Menguat di 2022, MUF Persiapkan Strategi Jitu

0
Rully Setiawan
- Advertisement -

NMAA News – Dalam pertemuan dengan sejumlah media terbatas di Jakarta, Kamis (24/2/2022), pihak PT Mandiri Utama Finance (MUF) memprediksi pasar otomotif nasional akan terus meningkat, baik untuk transaksi mobil baru maupun bekasnya.

Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja menjelaskan pada 2021 MUF sukses merealisasikan peningkatan laba bersih menjadi Rp102,36 miliar. Perolehan laba ini naik hampir 2 kali lipat, dibanding kondisi normal periode 2019 senilai Rp51,78 miliar.

Melihat kinerja positif ditambah kredibilitas MUF yang semakin dipercaya, maka anak perusahaan Grup Mandiri ini menargetkan laba bersih perusahaan bisa kembali meningkat setidaknya 70% dari pencapaian tahun ini.

Naiknya aktivitas industri otomotif di Tanah Air, selain karena mulai pulihnya situasi akibat pandemi, tentunya berkat realisasi program insentif pajak berupa diskon besar PPnBM yang diberikan pada sektor industri otomotif nasional guna bangkiT dari keterpurukan selama pandemi.

Tak heran, kalau Direktur Keuangan & Relasi Bisnis MUF, Rully Setiawan, dalam kesempatan presentasi di depan media juga menegaskan, dengan kondisi pasar otomotif yang semakin menggeliat ini, potensi laba bahkan bisa meningkat sampai dua kali lipat.

Keyakinan dirinya itu karena berdasarkan produk pembiayaan MUF yang mencakup semua lini model kendaraan. Mulai mobil dan motor baru maupun bekas, multiguna, fleet, dan syariah, hingga segmen kendaraan hobi yang tengah dikembangkan. “Ini memudahkan masyarakat memilih produk pembiayaan yang tepat guna untuk kebutuhannya,” lanjut Rully.

Makin menguatnya sektor industri otomotif nasional, direspon MUF melalui pengadaan berbagai program tepat guna, praktis, dan efektif. Salah satunya, seperti produk MUF Premium yang meluncur sekitar awal Maret 2021. MUF menginisiasi pembiayaan untuk  segmen kendaraan premium untuk mobil dan motor.

MUF juga memperhatikan kebutuhan kaum muda yang aktif dan memiliki pergerakan tinggi  serta butuh sarana transportasi memadai. Program pembiayaan khusus anak muda bertajuk ‘MUF Millenials’ diluncurkan dengan kemudahan cicilan dengan tenor sampai 7 tahun.

Selain itu, sebagai respon atas meningkatnya pengalaman digitalisasi masyarakat yang pesat, MUF juga menggelar platform digital MUF Online Auto Show (MOAS) yang menjadi andalan pendongkrak kinerja tahun 2021. MOAS merupakan pameran otomotif virtual yang menampilkan berbagai line-up mobil terbaru dan bekas rekomendasi MUF yang dilakukan dengan rekanan platform online jual-beli mobil.

Selain itu MUF juga meluncurkan MUF Online Assistant (MONA) sebagai layanan konsumen berbasis digital untuk membantu masyarakat untuk bisa lebih mudah menerima edukasi dan literasi atas produk dan layanan yang dimiliki oleh MUF.

Di samping itu, Direktur Keuangan dan Hubungan Bisnis Rully Setiawan menerangkan, sejumlah strategi lainnya disiapkan untuk tahun buku 2022. Perusahaan masih akan memanfaatkan captive market Bank Mandiri dan penetrasi lebih pada pasar syariah bersama BSI.

“Hal ini turut didukung kanal distribusi kami, yaitu nasabah referral Bank Mandiri, juga nasabah Bank Syariah Indonesia. Karena kami merupakan mitra multifinance eksklusif buat produk pembiayaan BSI OTO. MUF juga mulai mem-branding diri mampu mengakomodasi pembiayaan kendaraan hobi, klasik, dan dekat dengan lifestyle,” ungkapnya.

“Insya Allah kita akan masuk ke market itu, mobil klasik sekarang bisa lebih mahal daripada mobil baru. Pasar otomotif itu juga akan kami dukung. Kita berharap perekonomian di 2022 bisa lebih baik. Apalagi pasar otomotif masih luas, punya banyak kanal dan produk variatif, manajemen risiko pun banyak diperbaiki akibat pandemi,” tutur Rully.

MUF juga giat melakukan interaksi dengan pihak Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan di Indonesia. Tujuannya, agar bisa turut memantau perkembangan industri otomotif secara real. “Dari diskusi yang kami lakukan, kami dapat insight kalau pasar otomotif lebih optimistis tahun ini. Para APM dan kami sepakat bahwa pertumbuhan industri otomotif tahun ini optimis naik di kisaran 15-20% dibanding pada 2021,” jelas Marketing SEVP MUF, Yanto Tjia.

Menurut Yanto, sebagai contohnya, penjualan motor baru yang sempat turun signifikan dari 6,3 juta unit menjadi sekitar 3 unit pada 2020. “Namun jumlah itu berbalik tumbuh menjadi 5,2 juta unit sampai akhir 2021. Stok barang masih akan terbatas sampai Maret 2022 dan berangsur normal setelah itu,” sambung Yanto.

Begitu halnya proyeksi pembiayaan mobil baru. Sektor ini sempat terkoreksi akibat penjualan mobil baru drop hingga lebih dari 40%. Penjualan mobil baru dari sekitar 1 juta unit turun drastis menjadi 578 ribu unit per 2020. “Penjualan berangsur meningkat pada 2021 menjadi 860 ribu unit. Industri otomotif diharapkan bisa menjual 950 ribu sampai 1 juta unit mobil baru pada 2022,” papar Yanto.

Paralel kenaikan tersebut, menurut Yanto, industri multifinance juga diprediksi bakal tumbuh sekitar 10-20%. MUF sendiri menargetkan pangsa pasarnya bisa tumbuh sekitar 40%. Besaran pembiayaan baru MUF pada 2021 senilai Rp 11,6 triliun, diharapkan bisa meningkat menjadi Rp 12,7 triliun untuk 2022.

Seiring pandemi yang menerpa, industri keuangan nasional telah menerapkan model keuangan berkelanjutan (sustainable finance) yang dimulai sejak 2020.  Salah satu dorongan OJK untuk keuangan berkelanjutan pada industri multifinance adalah dengan mewajibkan pembiayaan sektor produktif, setidaknya 10% pada tahun lalu, dan terus berkembang sebesar 5% setiap tahunnya.

“Kita sendiri sudah archive lebih dari yang dipersyaratkan OJK. Tahun ini, sedang ramai taksonomi hijau atau green bond. Ini akan disinergikan dengan Grup Mandiri, kita ingin ikut dilibatkan dengan turut melihat klasifikasi atas taksonomi hijau itu,” imbuh Zakaria.

Untuk mencapai semua target tersebut, Rully menambahkan pihaknya akan meningkatkan kerjasama dengan semua dealer maupun showroom, serta memperkuat sinergi yang dimiliki dari grup Bank Mandiri.

Namun, ia menyebutkan bahwa perusahaan tetap melaksanakan seleksi ketat untuk melakukan akuisisi. Hal tersebut dilakukan sebagai manajemen risiko agar portofolio yang dimiliki tetap sehat.

“Walaupun pembiayaan baru hanya tumbuh sedikit, tapi kualitas pembiayaan akan terus kami tingkatkan lewat kehati-hatian, sehingga lebih efisien dari sisi beban. Harapannya, laba bersih MUF tahun ini minimal bisa tumbuh 70 persen year on year dibanding tahun lalu,” pungkas Rully.

- Advertisement -