- Advertisement -
NMAA News – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) larang penggunaan kendaraan konvensional berbahan bakar fosil (BBM) di Ibu Kota Negara (IKN) baru, Nusantara. Demi mewujudkan konsep kota hutan, smart city, modern dan berkelanjutan, serta memiliki standar internasional.
Karena itu, penggunaan mobil bensin atau diesel kabarnya tidak diperkenankan hadir di ibu kota baru ini. Menurutnya, pemindahan IKN merupakan sebuah lompatan bagi bangsa Indonesia untuk melakukan transformasi bangsa menuju Indonesia maju.
IKN akan menunjukkan kebesaran bangsa Indonesia, mencerminkan identitas nasional, serta menjamin keberlanjutan sosial ekonomi dan lingkungan.
“Jadi, yang senang jalan kaki, silakan pindah ke ibu kota baru, yang senang bersepeda, ingin sehat, juga pindahlah ke ibu kota baru. Kalau yang senang naik mobil, apalagi yang mobilnya pakai BBM fosil, jangan pindah ke ibu kota baru,” kata Jokowi dalam momen peresmian Nasdem Tower di Jakarta, Selasa (22/2) seperti dikutip dari berbagai sumber.
Pembangunan IKN juga merupakan wujud komintem Indonesia dalam penanggulangan perubahan iklim. Indonesia menargetkan nol emisi karbon dan 100 persen penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di tahun 2060.
Dengan pembangunan IKN, transformasi di sejumlah bidang akan dilakukan, mulai dari transformasi masyarakat, lingkungan, hingga mobilitas. Selain itu, IKN Nusantara memprioritaskan mobilitas warga pejalan kaki. Transportasi yang jadi unggulan adalah sepeda dan kendaraan umum ramah lingkungan.
Lantaran, IKN akan mengandalkan engeri tenaga air sebagai sumber energi utama (hydropower) dari Sungai Kayan. Jokowi menjelaskan bahwa IKN Nusantara dibangun sebagai 10 minutes city. Bisa diartikan warga IKN dapat bermobilitas menempuh tempat tertentu hanya dalam waktu 10 menit saja.
- Advertisement -

