Tren Modifikasi Audio 2022, Upgrade Kualitas Suara Tapi Tetap OEM Look

0
- Advertisement -

NMAA News – Sistem audio mobil merupakan salah satu target modifikasi di sektor kabin. Memilih sistem audio mobil juga kian diminati para car enthusiast agar dapat mendengarkan audio dengan nyaman.

Seiring berkembangnya teknologi sistem audio kompatibel bawaan, ada beberapa cara untuk mengoptimalkan kualitas suara audio. Memasuki 2021 ini tidak banyak perubahan yang dilakukan oleh konsumen.

Lantaran, produk Original Equipment Market (OEM) sudah memiliki kualitas suara mumpuni disertai perangkat digital. Semisal pada head audio, sudah tersedia konektivitas nirkabel yang dapat terhubung langsung dengan smartphone.

Oleh karena itu, supaya dapat mendengar semua jenis musik tren modifikasi audio cenderung beraliran Sound Quality (SQ). Hasilnya suara terdengar nyaman di telinga dan enak dinikmati. Lantaran, fokus peningkatan suara dioptimalkan dari mulai kejernihan, detail, dan hentaman bas.

Sama halnya ketika mendengar konser musik secara langsung. Setiap alat musik menghasilkan karakter suara khas, juga posisi suara ideal. Maksudnya, ketika mendengar suara vokal ibarat sedang mendengarkan langsung suara vokalis di bagian depan, gitar dan bas di bagian kiri dan kanan, sedangkan gebukan drum terdengar di kanan depan.

Guna mengoptimalkan sistem audio sekarang ini hanya bermodalkan perangkat pendukungnya. Karena, semakin canggihnya perangkat yang digunakan, diiringi sistem audio advanced pada mobil keluaran terbaru sudah dirasa cukup.

Foto: NMAA

Seperti penambahan Digital Signal Proscessor (DSP) berjenis built in dengan modul Bluetooth saja, sudah bisa meningkatkan kualitas suara audio secara signifikan. Tentunya dapat terpasang khusus untuk tipe mobil tertentu secara plug and play.

Supaya hasil suara semakin nyaman didengar, sejumlah perangkat pendukung dapat dilengkapi di ruang kabin. Diantaranya speaker depan, belakang, dan subwoofer.

Sejumlah perangkat tersebut dinilai dapat meningkatkan kualitas audio secara signifikan. Seperti penambahan subwoofer untuk men-support suara di bawah low frequency, dimana tidak bisa dihasilkan oleh speaker OEM mobil yang cenderung memiliki mid dan high frequency. Kendati,  kenyamanan dan kualitas audio bersifat subjektif.

boks audio mobil jenis ported

Pemilik mobil juga dapat menambahkan prosesor audio untuk mengatur frekuensi dari setiap speaker mobil agar arah dan jarak pantulan bisa dibuat untuk mengoptimalkan speaker OEM.

Untuk menghasilkan kualitas audio terbaik, disesuaikan juga dengan selera konsumen. Pasalnya optimalisasi audio ini biasanya menghabiskan biaya yang relatif tinggi. Bekisar antara Rp 10 juta hingga mencapai Rp 30 juta, angka tersebut tergantung pada jenis mobil dan sistem yang digunakan.

- Advertisement -