NMAA News – Terpaan badai pandemi Covid yang lebih dari 2 tahun membuat skema tatanan kehidupan berubah drastis. Tujuannya satu, bisa saling menyelamatkan dan memberi ruang sehat bagi sesama. Saat pertemuan offline dikurangi signifikan, maka cara online yang banyak ditempuh untuk bisa saling menghubungi satu sama lain.
Hampir semua sektor industri dan ekonomi pun akhirnya ‘dipaksa’ untuk mampu tetap berputar meski dengan segala keterbatasan. Di sinilah akhirnya dunia digitalisasi menjadi jawaban yang tepat untuk bisa saling menumbuhkan interaksi dan transaksi.
Termasuk PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) yang langsung bergerak cepat mengatasi problem komunikasi dan interaksi ini dengan mengembangkan berbagai strategi tepat guna di aplikasi digital yang memudahkan para pelangganya.
Sehingga lewat digitalisasi ini, MMKSI tetap dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan konsumennya secara aman, efektif, dan memenuhi standar protokol kesehatan (prokes) yang ditetapkan Pemerintah. Para konsumen pun tetap merasa nyaman dan aman dengan kendaraannya.

Hal seperti di atas merupakan esensi yang disampaikan MMKSI saat berjumpa virtual dengan sejumlah media, Kamis (7/4/2022) yang membahas peran dan inovasi layanan MMKSI selama pandemi yang bisa diteruskan dan dikembangkan selanjutnya saat di masa endemi.
Menurut Bintar Prakoso, Manager Customer Experience Management Sales Marketing Division PT MMKSI, inovasi layanan MMKSI selalu dikembangkan bersama input konsumennya. Inovasi layanan ini bertujuan memberi kemudahan segala hal dengan menghadirkan beberapa aplikasi digital yang tentunya memudahkan konsumen mendapat informasi.
“Aplikasi digital pertama yang kami kembangkan adalah ‘MIRA’, atau Mitsubishi Virtual Assistant Chatbot. MIRA hadir sebagai komitmen MMKSI ke konsumen loyal yang dapat membantu 24 jam. Layanan virtual ini berbasis chat dan hadir dengan berbagai fitur memudahkan pelanggan mendapat layanan Mitsubishi Motors,” terang Bintar.
Selain virtual assistant, MMKSI juga menghadirkan beragam inovasi pada fitur aplikasi My Mitsubishi Motors ID (MMID). Fitur terbaru tesebut akan memberi warna baru dunia purna jual digital. MMID mengutamakan kenyamanan penggunanya mendapat layanan terbaik MMKSI.

“Aplikasi MMID lahir kembali dengan inovasi fitur yang menjawab kebutuhan konsumen saat ini. Beberapa fitur baru yang diluncurkan itu ada 5, yakni MIRA, Lacak Pesanan & Aktivitas Garansi, Digital Owner Manual dan Service Booklet, My Coupon dan MiMate. Semua fitur ini diharapkan melengkapi fitur yang sudah ada, dan menjadikan aplikasi ini bermanfaat bagi pelanggan dalam aktivitas sehari-hari,” jelas Bintar.
Ditambahkannya, dengan MIRA sebagai layanan yang dikembangkan berbasis chat langsung, si pelanggan memiliki alternatif untuk berkomunikasi tanpa harus mengeluarkan pulsa telepon.
“Berbagai layanan MIRA bisa diakses semua pelanggan. Dengan berbagai menu, bisa cari dealer, lokasinya dimana, bisa menginformasikan dealer terdekat, hingga ada layanan reservasi test drive serta layanan 24 jam untuk darurat bila ada kendala teknis di jalan atau di rumah. Dan tentunya juga informasi purna jual lainnya,” papar Bintar.
Selain itu, melakukan pembelian dengan MIRA juga dapat membanrtu konsumen dalam hal simulasi pembayaran dan konsultasi pembelian. MIRA juga bisa diakses 3 kanal yang disediakan MMKSI.

Terkait kegunaan MiMate, menurut Bintar sebagai wadah ekspresi dan komunikasi pengguna dan pemilik Mitsubishi di Indonesia untuk berbagai cerita pengalamannya saat menggunakan Mitsubishi. Fitur MiMate bisa diakses konsumen pada umumnya.
MiMate juga menyediakan wadah untuk bisa berbagi momen di tampilan wajah MiMate si pengguna, penggunaannya mirip dan mudah layaknya saat kita memposting foto atau video di Instagram. Biasanya, segala komen dan ‘like’ tersebut sebagai ungkapan alasan semakin dekat dengan Mitsubishi Motors.
“Jadi kemudahan yang ditawarkan, kita bisa melakukan itu semua dalam fitur eksisting, di mana bisa melakukan segala hal hanya dalam satu genggaman saja, yakni di ponsel atau tablet, praktis dan efektif,” ujar Bintar.
Terkait data penggunanya, menurut Bintar, sejak perdana diperkenalkan pada Oktober 2021 hingga Februari 202, sudah terdapat 227.000 installer dengan total pengguna aplikasi MMID mencapai 85.000 pengguna, di mana ada 47.600 pengguna aktif MMID di dalamnya. Aplikasi MMID setara 56-60 persen itu installer. Pelan-pelan, akan kita tingkatkan terus engagement ini,” pungkas Bintar.

