NMAA News – Honda Civic Estilo berkode bodi (EG6) atau kode bodi (SR3) di Indonesia hadir sebagai model hatchback dengan rentang produksi 1992-1995. Model satu ini hingga sekarang masih banyak diburu pehobi hingga modifikator untuk direstorasi, kontes, bahkan mengikuti ajang balap.
Mungkin hampir sejumlah alasan memiliki Civic Estilo di atas yang belum digenapi Muhammad Ivan hanya mengikuti ajang balap. Pasalnya, model hatchback berlimpah part serat karbon ini sudah menempuh pengerjaan hampir 6 tahun hingga sampai ke versi sekarang. Tapi, memang dikhususkan mejeng di ajang pameran saja.
“Karena memang dari awal dikonsep mengusung gaya Time Attack atau mobil Drag. Sampai sekarang kayaknya belum ada rencana mobil ini turun ke ajang balap,” ujar Muhammad Ivan kepada NMAA.
Selama proses modifikasi, Civic Estilo bergaya agresif tersebut cukup memakan banyak waktu lantaran memilih parts aftermarket sesuai. Nuansa modifikasi Jepang seketika hilang, justru lebih mengacu ke gaya modifikasi performa khas negara Paman Sam.

Paling mencolok, bagian kap mesin sudah terlihat empat lubang dari individual throttle bodies TA. Tentunya, bagian ini menunjukan ubahan pada segi performa. Mesin bawaan Honda seri D sudah ditanggalkan, berganti menjadi Honda K24 bawaan Honda CR-V.
Sejumlah penyempurnaan dilakukan semisal full wire tuck supaya merapikan kabel-kabel mesin melintang. Mesinnya sendiri sudah stroket kit hingga 2.700cc, diikuti ubahan pada fuel rail K-tune, Header, Engine mounting H-Sport, dan radiator Mishimoto.
Supaya akselerasi makin mantap, pengemudi disuguhkan dengan respons berkendara khas balap dari kopling Ogura dengan rentang rasio gigi pendek. Soal performa, komputer mesin mengandalkan Standalone ECU Hondata K-Pro yang berkontribusi menakar udara dan bahan bakar lebih presisi. Dilanjut ubahan pada fuel pump Deatschwerks, Exhaust system Skunk2 dan beberapa ubahan mesin lain.
“Berdasarkan hasil test dyno terakhir, mesin ini punya tenaga di 350 HP on engine,” terang Ivan.

Mendukung kemampuan manuver, setup kaki-kaki dibuat atraktif dari tampilan velg dan ban belang. Dua roda depan menerima velg Enkei PF01 15×8 inci (front) dibungkus ban Hoosier 225/50/15 (front), sementara dua roda belakang mendapat velg Volk Rays TE37 15×7 inci dan dibalut ban ATRK Sport.
Kelincahan handling tercipta dari hadirnya sistem suspensi coilover keluaran Buddy club. Tak terketinggalan, dibalik setup kaki-kaki tersebut sudah mendapat sistem pengereman Big Brake Kit (BBK) Strange di bagian depan dan belakang.
Supaya menghasilkan tubuh ringan dan tampilan menawan, parts serat karbon mengelilingi tubuhnya. Semisal custom carbon front bumper, Front lips besutan Spoon, custom carbon hood, custom carbon roof, dan C-West side mirror.
Dilanjut custom carbon door panel mendukung reduksi bobotnya, custom carbon rear bumper, dan carbon GT-wing J’s Racing lengkap dengan tribute kepada sang kreator, Flugan.

“Sesudah mobil beres, enggak jauh dari situ mas Flugan meninggal dunia. Kami berikan wujud belasungkawa terdalam dari karya beliau. Salah satunya ucapan di bagian wing belakang,” terang Ivan.
Saat melenggang di tengah animo car enthusiast dalam gelaran Road to IMX 2022: Semarang Car Meetup, atensi juri NMAA langsung tertuju melihat pengerjaan rapi dengan tampilan sangar. Alhasil, mencatatkan kolom penilaian hingga terpilih menjadi NMAA Car Favorite.
Darisinilah Ivan semakin bangga ketika mobilnya terpilih, raihan ini didedikasikan untuk sang kreator Flugan. Menjadi sebuah reward bagi kerja keras tak kenal lelah menghadirkan sebuah masterpiece yang membanggakan.

Data Modifikasi
Mesin
tyres ATRK Sport (rear)
coilover Buddy club
Big Brake Kit (BBK) Strange front and rear


