Siap Dukung Carbon Neutral 2060, PLN dan Grab Kolaborasi Kembangkan Infrastruktur Kendaraan Listrik

0
- Advertisement -

NMAA News – PT PLN (Persero) dan PT Grab Indonesia berkolaborasi mengembangkan infrastruktur stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Kolaborasi ini sekaligus mendukung pencapaian target Carbon Neutral pada 2060.

Kesepakatan kerja sama tersebut merupakan rangkaian kegiatan PLN di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) JIExpo, Kemayoran. Nantinya, PLN dan Grab akan menyediakan SPBKLU sebanyak 6 kabinet di empat lokasi di Jakarta. Dua kabinet berada di PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya di Gambir, dua di PLN Bulungan, serta PLN Cempaka Putih dan PLN Kramatjati.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan mengapresiasi langkah kolaborasi bersama Grab. “Sejumlah kemitraan terus kami jalankan, salah satunya Grab. Kolaborasi ini aksi nyata mendukung peta jalan kendaraan listrik yang diluncurkan pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, kolaborasi Grab dan PLN juga dilakukan di Bali untuk penempatan tujuh kabinet SPBKLU di tujuh lokasi. Penyediaan infrastruktur melalui SPBKLU tersebut merupakan bagian komitmen bersama mendukung upaya pemerintah mengurangi target emisi gas rumah kaca

Hal ini sesuai Nationally Determined Contribution (NDC) yakni 29 persen tanpa syarat (dengan usaha sendiri) dan 41 persen bersyarat (dengan dukungan internasional yang memadai) pada 2030.

Sejauh ini, PLN UID Jakarta Raya telah mendirikan 26 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di 18 lokasi. Dua di antaranya merupakan SPKLU dengan sistem kemitraan atau partnership. Tahun ini, PLN UID Jakarta Raya menargetkan pengoperasian tujuh SPKLU lagi.

Sedangkan untuk Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) PLN sudah memiliki 6 unit yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Ke depan, PLN terus meningkatkan infrastruktur ini untuk bisa mendorong masifnya kendaraan listrik di Indonesia.

“Kami membangun SPKLU dan SPBKLU yang ingin memfasilitasi pengisian listrik di luar rumah. Meski memang 85 persen pengisian di rumah. Di sini perlu kita dukung infrastruktur pengisian (charging) maupun penukaran baterai seperti hari ini meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk penggunaan kendaraan listrik,” ujar Doddy.

Doddy menjelaskan, PLN membuka peluang bagi swasta menjalin kemitraan penyediaan SPKLU dan SPBKLU. “Kami buka peluang kerja sama menyediakan SPKLU dan SPBKLU, kami dukung ekosistem kendaraan listrik dan partnership dengan pola kerja sama. Kami berharap ini sebagai model dan contoh kerja sama yang bisa dikembangkan ke depan,” tambah Doddy.

Menurut Doddy, penambahan dan perluasan pengoperasian SPKLU harus dilakukan agar pengendara kendaraan listrik tidak perlu khawatir baterai kendaraannya kehabisan energi listrik ketika melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan listrik.

Direktur PT Sepeda Untuk Indonesia bagian dari Grab Indonesia, Iki Sari Dewi mengatakan kerja sama antara pemerintah dan swasta merupakan salah satu kunci dalam percepatan alih teknologi menuju ekosistem kendaraan berbasis listrik di Indonesia. Dalam jangka panjang, kerja sama dan alih teknologi itu akan memberikan dampak positif.

“Grab melalui komitmen #LangkahHijau terus berupaya menghadirkan solusi nyata, termasuk pengembangan konsep e-mobility di Indonesia bersama PLN. Kami targetkan menghadirkan total 14.000 armada kendaraan listrik di akhir tahun ini untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik Tanah Air,” katanya.

Grab sebagai operator kendaraan listrik berbasis ride-hailing di Indonesia terus berupaya mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik. Sejak meluncurkan armada kendaraan listrik perdana pada 2019, Grab kini operasikan lebih dari 8.500 kendaraan listrik, dengan dominasi kendaraan roda dua. Dengan jumlah itu, pengurangan emisi CO2 mencapai 4.600 ton, setara menanam 260.000 pohon.

Tak hanya berdampak positif pada lingkungan, kehadiran armada listrik juga membuka peluang baru bagi mitra pengemudi. Grab mengoperasikan armada kendaraan listrik dengan skema rental.

Polanya, Grab membeli motor listrik dari produsen, kemudian menyewakannya per hari. Dengan demikian, mitra pengemudi dapat berhemat karena pemeliharaan motor ditanggung Grab.

- Advertisement -