NMAA News – Mitsubishi Pajero Pininfarina (Pajero Pinin) versi Short Wheel Base (SWB) tergolong langka. Model SUV keluaran 1999 ini dipersembahkan secara eksklusif berbekal warisan DNA generasi Mitsubishi Pajero dan sentuhan akhir yang canggih dari perusahaan desain mobil, Pininfarina.
⠀
Mendandani model langka satu ini, bagi si empunya Anton Mulyana membawa karakter nyeleneh untuk mengekspos gaya Safari Rally. Ditunjang dengan sejumlah part yang ia temui di garasi rumahnya. ⠀
“Karena modifikasi itu memang enggak perlu mahal. Modifikasi itu buat saya tergantung dari selera pemiliknya, asal sudah punya benang merah tersendiri. Jadi buat konsepnya tergantung apa yang kita rasa cocok. Ada yang suka ya atau enggak harusnya enggak jadi soal,” buka Anton.
Dari sejumlah mobil modifikasi salah seorang pendiri Wahana Otomotif Nasional (Wahon) dan Short Wheel Base Owner Indonesia (SWB Owner Indonesia) ini justru menekankan pada konsep modifikasi yang lebih personal.

“Konsep Safari Rally bisa dibilang simpel, gimana kita membangun mobil supaya tetap klimis dan fungsional buat dipakai off-road ringan. Tapi, pemilihan parts dan konsepnya sendiri tidak jauh dari tahun mobil ini dirilis,” terangnya.
Anton mengungkapkan, awalnya ia tidak berencana memiliki Pajero Pinifarina. “Padahal memang enggak niat nyari, tapi tiba-tiba ada yang nawarin dengan kondisi mesin prima, kilometernya aja baru sekitar 58.000,” ingatnya.
Menampilkan suguhan eksklusif dengan unsur period correct atau modifikasi sesuai tahun mobil ini dirilis. Ubahannya, lanjut Anton hanya sekedar merapikan saja. Misalnya seluruh bagian eksterior dicat ulang dengan warna Red Ferrari dari sebelumnya berwarna Maroon.
Fascia depan kini sudah terlihat jelas sejumlah sektor lampu, misalnya foglamp Cibie Oscar 6,5 inci dari copotan mobil Porsche lawas. Diikuti Cibie foglamp LED, lampu sorot Cibie 8 inci sebanyak 4 buah di bagian atap, dummy snorkle aftermarket, antena bermodel Majolka, hingga dua buah dummy washer di bagian bumper.
“Supaya terlihat sangar, dua buah lampu depan dibuat black housing dari awalnya krom. Sedangkan di belakang, dihadirkan dari lampu mundur Cibie, towing bar, dan tutup ban milik Pajero lokal,” urainya.

Racikan padat berisi di sektor roda yang membuat tampilan Pajero Pininfarina makin gagah bermula dari velg Speedline Impulse ukuran 16×7 inci plus sticker Spitfire. Velg eksentrik ini dibalut apik ban BF-Goodrich ukuran 235/75R16. Sebagai pemanis, Anton menyematkan stiker Rally Monte Carlo 1999 dan menambah panjang bagian mud guard.
“Salah satu bagian menarik di kaki-kaki ini memang sengaja dibuat beda. Biar lucu aja,” kekehnya.
Konsep modifikasi bergaya Safari Rally begitu tersaji menarik di bagian eksterior. Akan tetapi, sektor mesin belum mendapat ubahna signifikan. Pajero Pininfarina menggendong mesin Mitsubishi berkode 4G93 alias mesin yang sama di unit Lancer Evo 4. Tenaga dari mesin dikawinkan dengan transmisi otomatis untuk disalurkan ke sistem penggerak roda 4 wheel drive dalam opsi hi and low.

Melongok ke ruang interior, kondisinya terbilang masih mempertahankan nuansa khas orisinal Pajero Pininfarina. Supaya dapat memberi nilai plus dari sektor hiburan, Anton memberi sentuhan modifikasi ‘anti tanggung’.
Menghasilkan karakter audio SQ atau Sound Quality ubahan in car entertainment bermula dari aplikasi speaker 3 way, Mid range morrel, Scan Speak revelator 7 inch untuk tweeter di baris depan, hingga mid bass Focal audio dan speaker 2 way Focal Audio.
Masih merupakan bagian dari modifikasi sektor hiburan, suara khas SQL disempurnakan dengan pemasangan sub woofer Marcon dan head unit berpenampilan jadul dari produk Alpine CDA tipe 9.

⠀

