NMAA News – Perhelatan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 menyajikan area test drive dan test ride di dalam ruangan, tepatnya di Hall B3 dan C3. Di area tersebut tersedia Tesla Model 3 Performance, DFSK Glora E, Citroen E Mehari, Mobil balap buatan anak UGM dan Alke ATX340E.
Tim kami tertarik untuk mencoba Alke ATX340E. Namun, pengunjung bisa mencobanya sebagai penumpang.
Sebagai informasi, Alke ATX 340E adalah mobil listrik asal Italia yang diperuntukan untuk keperluan industri dan didatangkan langsung oleh PT Groen Indonesia. Di mana, badan usaha ini merupakan distributor produk pengelolaan kebersihan kota dan pengolahan sampah perkotaan. Alke ATX 340E sendiri sudah di gunakan untuk pengangkutan sampah di salah satu perumahan Citraland di Surabaya. Sementara, di negara asalnya dipakai sebagai mobil pemadam kebakaran dan mobil perkebunan.

Desain
Bicara soal desain, bentuknya sangat menggambarkan kendaraan industri. Memiliki desain yang futuristik dan kompak. Selain itu, sudah dilengkapi dengan lampu depan DRL-LED.
Sebagai mobil listrik industri, Alke ATX 340E memiliki bak angkut layaknya mobil pikap. Kapasitasnya tidak terlalu besar. Melansir halaman resminya, mobil listrik ini memiliki kapasitas muat hingga 1.630 kg, kapasitas penarik hingga 2.000 kg, dan berat maksimum 4.500 kg .

Interior
Area kabin, terdapat dasbor yang sederhana mengingat kendaraan ini diperuntukkan untuk kendaraan industri dengan dominasi warna hitam dan abu-abu dengan desain kemudi palang tiga.
Sementara itu, panel cluster berada di tengah dasbor dengan tampilan digital dan analog. Alke ATX340E terbilang cukup lengkap fiturnya. Antara lain central lock, wiper, AC, 2 Kipas dan dimmer.
Menariknya, pergantian transmisi menggunakan tombol yang juga berada di konsol tengah.
Untuk pengaturan bak juga bisa dilakukan secara elektrik melalui tuas yang ada diantara kursi.
Impresi Berkendara
Saat menghidupkan mesin dan menginjak pedal gas terdengar suara buatan atau artificial. Mengingat mobil ini merupakan kendaraan industrial, akselerasinya pun tak seresponsif mobil listrik kendaraan penumpang. Tapi tenang, Alke ATX340E cukup mengasyikkan karena ada dua mode berkendara yakni Eco dan Sport.

Desain yang sederhana dan berukuran kecil, membuat pengemudi cukup mudah untuk melakukan manuver.
Sayangnya, test drive dilakukan di lokasi yang terbatas.
Alke ATX 340E dibekali baterai lead acid 14,4 kWh dengan jarak tempuh sejauh 200 kilometer, dengan kecepatan maksimal 50 km/jam. Pengisian baterai 0 hingga penuh diklaim membutuhkan waktu 8 jam, dengan masa hidup baterai 1.500 putaran.
Oh iya, Alke ATX 340E dibanderol cukup mahal, menurut halaman resmi ia dibanderol 5000 sampai 7000 Euro. Jika disetarakan ke Indonesia, yakni sekitar Rp 750 juta sampai Rp 1,2 miliar. (VLD)

