NMAA News – Tepat hari ini, Rabu 17 Agustus 2022 merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke- 77 tahun. Momen kemerdekaan acapkali menjadi refleksi untuk mengingat jasa para pahlawan dengan pengorbanan besar untuk bangsa Indonesia.
Demi menjaga para pemimpin bangsa saat bermobilitas, tentunya pemerintah menyiapkan mobil tangguh yang tahan dari ancaman. Sebab, sebagai presiden atau kepala negara keselamatan dirinya dan rakyat jadi prioritas utama.
Deretan mobil presiden memiliki andil untuk menopang keseharian saat memantau langsung kondisi negara. Lebih lengkapnya, simak deretan mobil Presiden RI dari awal berdiri negara hingga saat ini.
Buick 8 Limited Edition – Presiden Soekarno
Unit kendaraan Sang Proklamator Ir Soekarno adalah sebuah Buick-8 Limited Edition buatan Buick lansiran 1939. Mobil ini berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia antara 1945-1949.
Khusus mobil Presiden Sukarno, terdaftar sebagai salah satu unit dari 1.451 unit di dunia. Sebagai informasi, mobil ini mulanya ditemukan oleh Ketua Barisan Banteng, Sudiro, pada 1945 di belakang kantor Departemen Perhubungan, memasuki akhir penjajahan Jepang.
Dari sektor mesin, mobil yang memiliki mesin delapan silinder dengan kapasitas 5.247 cc. Saat itu, Sudiro mendekati sopirnya untuk membujuk pulang ke kampungnya di Kebumen, meminta kunci, kemudian mobil tersebut dipersembahkan kepada Presiden Soekarno. Sebagai mobil istimewa dinas kepresidenan pelat nomor mobil tersebut disematkan nomor polisi Rep-1.

Selain Buick -8 Limited Edition, ada beberapa mobil dinas yang juga digunakan oleh Presiden Sukarno. Dari mulai Cadillac 75, Mercedes-Benz 600, GAZ 13, Zil 111, Lincoln Cosmopolitan dan Chrysler Imperial.
Dari sederet mobil tersebut, salah satunya sempat muncul kejadian menegangkan. Sebuah unit kendaraan Chrysler Imperial yang merupakan hadiah dari Raja Arab Saudi terkena bom granat pada 1957. Untungnya, mobil tersebut mampu bertahan teguh dari ledakan tersebut.
Cadillac DeVille sampai Mercedes-Benz W126 Eagle 500SEL – Presiden Soeharto

Memasuki masa pemerintahan presiden kedua, Soeharto tergolong memiliki sejumlah mobil dinas kepresidenan. Selama 32 tahun menjabatnya, merek mobil ternama kerap menemani keseharian seorang Jendral TNI Angkatan Darat (AD) dengan raihan pangkat bintang 5 tersebut.
Pertama kali menjabat Soeharto memilih sebuah Cadillac DeVille Series 70 Fleetwood Limousine pada 1966. Mobil ini sudah mengalami restorasi hingga menjelang masa pemerintahannya.
Menggendong mesin 7.025cc OHV V8 dengan tiga tingkat percepatan otomatis Turbo-Hydramatic 400 dan mampu menghasilkan tenaga puncak 375 hp.
Berlanjut ke mobil kedua, Soeharto menggantinya dengan Cadillac DeVille Series 75 Fleetwood Limousine pada 1971. Mobil ini merupakan generasi ke-10 dari Cadillac DeVille yang mengalami peningkatan jantung pacu menjadi 7.729cc OHV V8.
Masih di masa pemerintahan Soeharto, sempat juga mengandalkan lini produk Mercedes-Benz. Seperti Mercedes-Benz W116 Barong keluaran 1975, dan Mercedes-Benz W126 Eagle 500SEL keluaran 1987.
Khusus untuk Mercedes-Benz W126 Eagle 500SEL sudah dibekali dengan standar keamanan yang tinggi. Terutama di sektor kaki-kaki, pabrikan asal Jerman tersebut sudah memasang ban anti ranjau besutan Michellin.

Selain itu, dilengkapi kaca anti peluru, bodi berlapis baja dan platina hitam. Tentunya, kelengkapan tersebut membuat mobil ini tahan serangan peluru, mortir dan guncangan.
Menyasar jantung pacu, Mercedes-Benz W126 Eagle 500SEL memiliki mesin M117.963 delapan silinder berkapasitas lima liter. Mesin ini mampu melaju hingga kecepatan 220 km/jam.

Presiden Soeharto juga mencicipi sebuah Mercedes-Benz W126 Eagle 500SEL di masa-masa terakhir pemerintahannya. Hingga akhirnya melalui izin dari Presiden RI ketiga BJ Habibie unitnya dibawa ke museum Mercedes-Benz di Stuttgart, Jerman.
Selain itu, memasuki 1994 Presiden Soeharto juga sempat memiliki Mercedes-Benz W140 S600. Sedangkan versi SUV tangguh dari Mercedes-Benz G-Klasse juga pernah menemani perjalanan dinas hingga akhirnya digunakan untuk pasukan pengamanan presiden (Paspampres).
Mercedes-Benz W140 S600 – Mobil tiga generasi presiden dari era pemerintahan BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri
Memasuki masa pemerintahan Presiden RI ketiga hingga kelima, kondisi ekonomi Indonesia masih mengalami pemulihan paska krisis moneter yang menerpa di 1998. Oleh sebab itu, banyak agenda lain yang mesti dipikirkan dibanding mengganti armada dinas presiden.
Dimulai dari Presiden RI ketiga BJ Habibie (1998-1999), Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (1999-2001) dan Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri (2001-2004) mobil presiden masih berupa unit Mercedes-Benz W140 S600 yang merupakan warisan dari masa pemerintahan Soeharto.
Mobil tersebut dilengkapi fitur keamanan khusus standar pemimpin dunia. Diantaranya memiliki kaca dan bodi antipeluru serta tahan dari serangan mortir atau granat.

Presiden Keenam RI ini menggunakan Mercedes-Benz W140 S600 sejak pertama menjabat pada 2004. Mobil keluaran tahun 1994 yang tahan peluru ini sudah digunakan sejak zaman Soeharto tahun 1995.
Meski menggunakan mobil warisan Presiden Soehato, SBY juga menggunakan mobil lain. Dalam kondisi tertentu, seperti contoh ke luar kota atau banjir, Presiden SBY sering dilihat menggunakan mobil pribadinya, BMW X5 anti peluru.
Namun pada 2008 terjadi pergantian mobil kepresidenan dengan mendatangkan Mercedes-Benz W2111 S600 Guard yang sudah memiliki standar keamanan Eropa B6/B7 yang artinya mampu menahan proyektil senjata api berukuran kecil standar militer.
Mercedes-Benz S600 Pullman Guard – Era Presiden Jokowi
Mobil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata bisa membesut kencang mesin V12 berdaya 530 hp yang dipasang di mobil. Mesin ini sanggup membawa mobil melaju sampai kecepatan maksimum 210 km per jam. Sedangkan torsi mesinnya mencapai 830 Nm.
Mesin itu dikawinkan dengan transmisi otomatis 7G-Tronic. Kecepatan tertingginya dibatasi secara elektronik hingga 210 km/jam.
Terpenting, sebagai mobil sang kepala negara, Mercedes-Benz S 600 Guard ini merupakan mobil antipeluru. Mobil S 600 Guard bisa melindungi penumpangnya yang duduk di jok belakang dari serangan senjata mesin M60.

Kaca mobil S 600 Guard lebih tebal beberapa kali dibanding kaca standar. Kaca ini sangat berat sehingga butuh perangkat hidrolik untuk membuka dan menutup kaca jendela. Mobil memiliki sistem udara khusus yang bisa menyuplai oksigen otomatis saat di sekeliling mobil terindikasi gas berbahaya.
Bagian bawah mobil diberi tambahan pelat khusus yang membuat mobil tahan dari alat peledak yang ditempatkan di bawah mobil. Teknologi ban juga sudah menggunakan teknologi antikempes (Run Flat Tyre) dari Michelin. Meski tekanan bannya 0, mobil masih bisa melaju sejauh sekitar 30 km.

