NMAA Drive – Pada acara test drive Hyundai Stargazer, kami mendapat kesempatan mencoba mobil ini dari Surabaya hingga ke Djati Lounge, Batu, Malang. Jalur yang ditempuh mayoritas tol yang masih sepi dan sebagian dalam tahap pembangunan.
Hasilnya? Wah, mengejutkan untuk sebuah mobil keluarga, mobil ini mampu dibejek hingga 170 Km/Jam dengan mudah dan masih ada sisa pedal gas. Tol Surabaya hingga ke Malang ini jalur yang lurus hanya saja sedikit bumpy.
Kami menggunakan mode ‘sport’, seketika indikator menongol dan setiap perpindahan transmisi IVT ( Intellegent Variable Transmission) terasa begitu rapat dan layaknya membawa transmisi manual. Angka digital menunjukkan sampai 170 Km/jam.

Setir yang sudah dibekali EPS (Elexctic Power Steering) ini sangat stabil. Dibantu fitur Lane Keeping Asist, gerak setir dan roda lurus mengikuti marka jalan. Saat diajak manuver di tikungan dengan kecepatan tinggi juga masih terbilang stabil. Bantingan mobil cukup nyaman saat melibas jalur bumpy.
Ketika keluar dari tol dan masuk di jalur perkotaan, mobil ini sangat santun untuk diajak jalan pelan. Karena sudah dibekali mode berkendara smart, maka otomatis ECU membaca dan mengubah mode berkendara sesuai injakan pedal gas sang pengemudi.
Hyundai Stargazer memiliki dapur pacu yang cukup mumpuni. Di atas kertas mampu memuntahkan tenaga 113 dk/6.300 rpm dan torsi 144 Nm/4.500 rpm. Perolehan tersebut tak lepas peran teknologi MPI, dimana injektor dipasang di port intake mesin yang menghadap langsung ke klep masuk.
Karena diposisikan mengarah langsung ke ruang bakar, membuat bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar jadi lebih cepat dan optimal campurannya. Sehingga mobil ini diklaim cukup irit. Nah seperti apa iritnya, tunggu pengetesan kami selanjutnya. (VLD)

