NMAA News – Penggunaan material kendaraan ramah lingkungan saat ini menjadi perhatian pabrikan otomotif hingga modifikator. Salah satunya ditempuh dengan menggunakan bahan alami maupun material daur ulang.
Konsep go green dengan menggunakan produk asli Indonesia rupanya hadir pada salah satu mobil Black Stone Live Modz 2022 , Avanza EV Concept kreasi Youtuber Atta Halilintar dan Tim Ashiap.

“Ini merupakan terobosan baru rasa lama. Sebetulnya industri otomotif sudah tidak asing dengan penggunaan serabut kelapa di ruang interior,” ujar Presiden Direktur PT Rekadya Multi Adiprima (RMA), Farri Aditya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan kembali serabut kelapa adalah bagian dari pemilihan material berbasis kearifan lokal dalam campaign pengunaan material Reduce, Reuse, hingga Recycle. Cara ini sudah lebih dulu dilakukan oleh brand otomotif pada dekade 1960-an. Sejumlah mobil produksi saat itu menggunakan bahan hilirisasi ini untuk melapis interior.
Di dunia otomotif, serabut kelapa terbagi menjadi dua segmen yang menyasar komponen interior berbeda.
Jenis Coco Felt diaplikasikan sebagai peredam suara, peredam panas, headlining roof, floor dan jok mobil. Sedangkan Coco Board dapat diaplikasikan menjadi door trim, front door, rear door, dan back door.
“Material ini punya banyak keunggulan menggantikan beberapa komponen interior. Secara kualitas serat kelapa Indonesia punya kualitas nomer 1 di dunia. Hal inilah yang membuatnya kembali dilirik oleh industri otomotif menggantikan produk sebelumnya,” jelas Adit.

Saat diuji langsung, bahan alternatif serabut kelapa diklaim menghasilkan peredaman 30 persen lebih baik dibanding current product. “Proses pengujian lainnya seperti water absorbtion test menunjukan bahwa material serabut kelapa memiliki tingkat ketahanan yang lebih baik,” sebutnya.
Dalam pengolahannya, Farri menguraikan dari serabut kelapa menjadi Coco Felt dan Coco Board tidak jauh berbeda. Terlebih dulu, batok kelapa dihancurkan dengan mesin crusher, dilanjut proses filtrasi untuk mendapatkan material serabut kelapa.
Setelah itu, material serabut kelapa dimasukkan ke dalam mesin khusus untuk diolah menjadi Coco Felt yang dapat digunakan menjadi peredam interior mobil. Dari proses ini, Coco Felt masih bisa diolah menggunakan mesin hot press hingga menjadi jenis Coco Board dan menghasilkan material door trim atau komponen kendaraan lain.

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia menghasilkan lebih dari 18 juta ton kelapa setiap tahun. Sejumlah wilayah penghasil utama kelapa, antara lain di Sulawesi Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Riau, Jambi dan Maluku Utara.
“Kegunaan serabut kelapa sangat beragam. Apalagi Seluruh bagian pohon kelapa dapat diolah, mempunyai potensi digunakan masyarakat secara luas,” terang Adit.
Lokasi produksi sabut kelapa dari PT Rekadaya Multi Adiprima yang berlokasi di Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Perusahaan ini, melalui peran ARDC (Aditya Research Development Center) sebagai pusat inovasi teknologinya, telah menghasilkan beragam jenis produk bernilai tambah tinggi berbahan baku serat kelapa.


