NMAA News – Jejeran motor yang dipasarkan oleh Yamaha khususnya matik (CVT) didukung dengan beberapa fitur terbaru yang mengutamakan kemudahan pelanggan untuk kontrol perawatan, My Yamaha & Y-Connect serta teknologi yang sudah disematkan dalam mesin terbaru “Blue Core”.
Sistem transmisi otomatis CVT (Continuously Variable Transmission) dirancang untuk memudahkan pengguna tanpa harus repot memindahkan gigi, tetapi tetap menjaga performa tetap bagus.
Berikut poin-poin cara perawatannya yang disampaikan tim Yamaha DDS 3 (Jawa Tengah & Yogyakarta):
- Periksa V belt pada CVT
Bagian dari CVT yang berguna untuk meneruskan tenaga mesin ke roda belakang. V-belt yang kurang terawat atau sudah termakan usia bisa menyebabkan putus dan membahayakan keselamatan pengendara.
- Periksa bagian roller pada CVT
Bagian dari CVT yang berfungsi sebagai pemberi tekanan keluar pada rumah roller. Hal ini bisa memberikan perubahan pada mekanisme V belt sehingga roda bisa bergerak. Pada motor matik, roller berfungsi untuk membantu mengatur putaran mesin dari rendah ke tinggi.
- Rawat kampas kopling
Untuk menyalurkan tenaga mesin menuju roda belakang. Jika kampas kopling ini mulai aus, maka tenaga yang tersalurkan kurang optimal.
- Ganti oli transmisi secara rutin
Untuk melumasi celah-celah sempit pada gear CVT yang membuatnya mampu menahan temperatur tinggi pada daya pelumasan. Maka, agar kinerja CVT bisa optimal, Anda harus rutin mengganti oli transmisi.
- Lakukan servis berkala & gunakan spare part genuine
Untuk performa transmisi otomatis, lakukan pengecekan secara berkala di bengkel resmi. Pengecekan part dan pembersihan area CVT untuk mengurangi tingkat gesekan yang disebabkan oleh debu/kotoran.

