Dipo ‘Garasi Drift’ Tunjukan Tampang Baru Toyota GT86 K24, Berbalut Stiker Warna Pink

0
Foto: @garasi.drift
- Advertisement -

NMAA News – Progress modifikasi Toyota GT86 milik Dipo ‘Garasi Drift’ hampir rampung. Tetapi, Dipo ternyata melampaui batas waktu yang ditentukan. Sehingga harus mengikuti punishment yang berlaku.

Toyota GT86 bermesin Honda K24 tersebut, mendapat skema warna dari perpaduan stiker hitam dan pink. Sebetulnya, di kultur drifting warna nyeleneh juga kerap dipilih para drifter. Hal ini sesuai dengan konsrp drifting yang dipercaya sebagai perunjukan bebas free stype mobil.

Meski begitu, dalam unggahan episodr video ke – 10 di kanal Youtube Garasi Drift, Dipo mengatakan, test drift dilakukan untuk mengetahui potensi atau plus minus dari setelan pada seluruh komponen penting.

“Banyak juga yang dibenerinnya. Sekarang kita bakal pasang stiker Max Decal yang dikerjain sama Portals Sticker. Desain livery stiker ini dikerjain langsung sama desainer Garasi Drift. Selain itu, GT86 ini juga bakal ganti gardan,” kata Dipo.

Pemilihan jantung pacu bawaan Honda CR-V, Odyssey, Integra atau deretan mobil Honda ini diakui Dipo memiliki dimensi ringkas supaya duduk sempurna di ruang mesin GT86.

Posisi mesin K24 pastinya berubah menjadi longitudinal, karena mengusung penggerak depan (FWD). Tentunya mesti memasang engine mounting dan parts pendukungnya.⠀

Dalam unggahan video, Dipo memberanikan mencoba GT86 di J99 Max Drift Circuit. Karena terbilang pertama, ia mulai merasa plus minus dari mobil tersebut.

“Itung-itung latihan bareng drifter lain. Pertama kali nyobain mobil ini kerasa banget bedanya. Kayaknya sih aman,” ucap Dipo.

Sejumlah aksi drift seperti sliding dan donus dilakukan Dipo. Sayangnya, pengujian pertama GT86 tersebut mengalami masalah. Padahal, mobil tersebut masih terlihat lincah saat dikendarai. Tidak ada masalah di kaki-kaki. Saat hendak mencoba full track, hal tidak disangka terjadi.

“Ada problem kecil di belakang. Powet steering pump jebol. Mungkin karena grade selangnya enggak sesuai. Dia punya tekanan di 1.500 psi, sedangkan selang ini enggak sanggup nahan kayaknya,” bebernya.

Saat melakukan pengujian kedua, belum saja berkeliling di arena drifting. Terdapat suara keras di bagian gardan, as roda atau vjoint. Alhasil, roda tidak berjalan saat lepas kopling.

“Karena ini first test, masalahnya memang biasa sih. Kita jadi tahu potensi mesin dan setelan yang pas nantinya,” tukas Dipo.

Penasaran seperti apa kelanjutan GT86 K24 tersebut? Ikuti terus videonya di kanal Youtube Garasi Drift.

- Advertisement -