NMAA News – Selaku main dealer di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Honda Surabaya Center (HSC) secara aktif menjaga komunikasi dan interaksi dengan para konsumen loyal dan komunitas fanatik Honda. HSC melihat, potensi penyebaran info dari kalangan ini cukup kuat memengaruhi mereka yang awam terhadap produk Honda.
Salah satu bentuknya, seperti yang belum lama ini digelar oleh HSC, dengan mengajak para pemilik All-new Honda BR-V untuk jalan bareng atau touring bersama keluarga menuju destinasi wisata yang ditentukan sambil mencoba performa dan fitur yang ada pada BR-V.
Terkait strategi menjaga loyalitas konsumen Honda seperti yang dilakukan terhadap pemilik All New BR-V, dengan menggelar acara touring bersama keluarga menuju destinasi wisata, Wendy Miharja selaku Marketing & After Sales Service Director HSC menyatakan tidak menutup kemungkinan program yang dilakukan pada pemilik Honda BR-V ini juga akan diterapkan ke konsumen WR-V nantinya.

“Kami lihat nanti karakter konsumennya seperti apa, baru kami rancang aktivitasnya seperti apa. Yang pasti, konsumen WR-V hampir seumuran pemilik BR-V. Sama-sama masih muda, mereka yang baru mulai masuk dunia kerja, enerjik, masih suka jalan mencari hal baru, atau masih kuliah, dan masih senang kongkow bersama,” jelas Wendy saat berbincang santai di Mari Beach Club, Seminyak, Bali, Selasa (20/12/2022).
Menurut Wendy, sejauh ini pihaknya hanya menggelar acara yang bisa diikuti berbagai komunitas atau klub pemakai Honda. Seperti komunitas keluarga pemilik BR-V yang diinisiasi pihaknya untuk bisa bertemu dan berkumpul, serta beraktivitas bersama dengan BR-V masing-masing.
Hal serupa juga pernah dijalankannya dengan komunitas HR-V dan CR-V sebelumnya. Namun, seiring berjalannya waktu, menurut Wendy, kadang ada juga dari mereka sendiri yang mencetuskan pembentukan sebuah komunitas berdasarkan kesukaan atas mobil yang mereka miliki.

“Yang pasti, kami welcome dan support segala aktivitasnya, apabila ada komunitas terbentuk. Kami sendiri sejauh ini memang tidak pernah menginisiasi membentuk wadah ini-itunya, itu murni dari mereka yang punya passion terhadap kendaraannya,” jelas Wendy.
Biasanya, mereka berkumpul atas inisiatif sendiri lalu sepakat membuat sebuah wadah yang lebih terorganisir. Sampai tahap peresmian komunitas dan pengurusnya, barulah HSC turut mendukung berbagai aktivitas positif yang dilakukan.
Mengenai profil pembeli Honda WR-V di lingkup pemasarannya, Wendy menjelaskan kalau sebagian besar pemesan SPK WR-V datang dari mereka memang loyalis Honda. Selebihnya, pemesan datang sebagai orang awam dengan Honda, ataupun mereka yang beralih dari merek lain untuk memilih Honda.

“Loyalis ini artinya, mereka yang masih memiliki Honda model lain, atau mereka yang pernah memiliki Honda, lalu balik lagi ingin memilikinya,” ujar Wendy yang menyebut data profil pembeli berdasarkan survei internal yang dilakukan pihaknya.
Para loyalis dan komunitas penggemar Honda ini yang menurut Wendy berpotensi turut membantu sosialisasi setiap produk baru Honda, termasuk WR-V saat ini. “Dari mereka, pesan-pesan atau komunikasi yang dilakukan tentunya lebih personal dan lebih masuk ke ranah pilihan yang lebih mengerucut. Karena itu komunikasi produk tetap kami infokan secara detail ke mereka,” pungkas Wendy.

