NMAA News – Hyundai Ioniq Electric sedan sudah disuntik mati oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). Sebagai gantinya, PT HMID menggencarkan model hatchback Ioniq 5 dan Kona EV CBU mengisi segmen kendaraan listrik Hyundai di Indonesia.
Keputusan diskontinyu Hyundai Ioniq sedan yang sudah mengaspal sejak 2016 lalu dan dipasarkan di Indonesia pada penghujung 2020 merupakan arahan prinsipal yang sudah menghentikan produksi Ioniq Electric sedan di Pabrik Ulsan, Korea Selatan pada Juli 2022 lalu.
Padahal, sedan jenis liftback tersebut menjadi line up pertama Hyundai membuka segmen kendaraan listrik di Indonesia. Saat peluncurannya, PT HMID menyuguhkan Ioniq sedan seharga Rp624,8 juta, dan varian Prime seharga Rp664,8 juta.

Saat ini, Ioniq sedan sudah mulai bertebaran di pasar mobil bekas. Harganya terbilang variatif atau lebih murah dibanding versi baru tentunya.
Tidak menutup kemungkinan, kalau kedepannya banyak car enthusiast mengincar sedan EV pertama Hyundai di Indonesia untuk dimodifikasi lebih impresif.
Walaupun referensi modifnya masih jarang ditemukan. Potensi modifikasi Ioniq sedan bergaya simpel bisa dilakukan menggunakan part aftermarket asal Jepang.
Sebagai acuan modifikasi, Hyundai Motor America pernah menghadirkan versi modifikasi Ioniq Electric di gelaran tahunan Optima Batteries “2018 Search for the Ultimate Street Car”.
Konsep mobil balap Ioniq Electric diramu dari unsur handling optimal, suspensi kokoh, dan lonjakan tenaga.
Tampilan eksterior berbalut warna hitam dengan tambahan livery berwarna kontras. Kemudian ada penambahan empat buah over fender yang membuat kesan agresif di bagian luar.
Kesan gagahnya terlihat dari grill menganga di bagian fascia depan.
Lanjut ke sektor kaki-kaki, velg palang 6 dari TE37 terpasang rapi dibalut ban performa tinggi dengan tampilan offset yang cenderung kecil.
Dua peranti ini ditujukan untuk memberi peningkatan dari sisi handling dan kelincahan saat bermanuver.
Sementara itu, seluruh roda menerima peranti rem Willwood dilengkapi piringan cakram lebih besar dari kondisi standar.

Agar output tenaga meningkat, sedan liftback untuk keperluan balap ini sudah mencangkok e-motor dari Hyundai Kona Electric yang diklaim menghasilkan tenaga 201 HP dan torsi deras 395 Nm.
Kemampuan akselerasi juga ikut meningkat, tercatat dari 0 hingga 96 km/jam hanya memerlukan 5,8 detik dengan kecepatan tertinggi 185 km/jam.
Berbagai penambahan turut mendukung peningkatan performa. Misalnya, merubah rasio gigi transmisi 7,05 dan peranti Limited Slip Differential (LSD) di dua roda belakang.
Komponen pendukung lainnya difokuskan pada kenyamanan berkendara sampai sektor pendinginan. Seperti tuning kecepatan, kontrol pengendaraan dan pendingin radiator dilengkapi pompa air listrik.
Ada juga pendingin baterai dilengkapi kipas lebih besar, saluran AC khusus dan AC berpendingin kondensor.

