NMAA News – Di masa liburan panjang, banyak yang melakukan road trip atau berkendara dengan jarak cukup jauh dan memakan waktu lama. Agar berkendara aman, nyaman, dan tenang, perlu disadari pentingnya keselamatan. Tak hanya bagi diri sendiri namun juga keselamatan pengendara lainnya di jalan raya.
Selain memastikan kendaraan dalam kondisi prima, Anda perlu pastikan tubuh dalam keadaan fit dan siap berkendara. Karena saat berkendara, seluruh indra dipaksa aktif bekerja agar fokus dan memiliki kesadaran penuh menghindari hal buruk terjadi.
Faktanya, faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah kelalaian manusia di mana salah satu di antaranya adalah mengantuk. Rasa kantuk biasanya dialami pengemudi yang melakukan perjalanan jauh lintas kota atau dominan berkendara di malam atau dini hari.
Istilah rasa kantuk saat berkendara kerap disebut microsleep. Microsleep merupakan suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk.

Umumnya, microsleep berlangsung sekitar sepersekian detik hingga 10 detik penuh. Jika dibiarkan, microsleep berpotensi kecelakaan akibat kehilangan kesadaran saat mengendarai kendaraan. Beberapa penyebab microsleep, di antaranya:
- Kurangnya waktu tidur akibat begadang.
- Obesitas.
- Efek samping dari obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
- Pengaruh dari penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
- Menurunnya kualitas tidur, misalnya akibat insomnia dan sleep apnea.
Banyak yang tidak menyadari penyebab microsleep sehingga sulit mengetahui dan menyadari saat mengalaminya. Ada beberapa tanda bermunculan yang menjadi ciri seseorang mengalami microsleep.
Memang tidak langsung kehilangan kesadaran sepenuhnya. Gejalanya seperti kelopak mata berat dan berkedip berlebihan, mata terbuka namun pandangan kosong, menguap terus-menerus hingga hilang fokus dan konsentrasi saat berkendara sehingga tidak menyadari hal terjadi di sekitarnya.
Beberapa penyebab dan tanda microsleep ini dapat dihindari agar tidak menyebabkan kecelakaan lalu lintas berujung fatal. Penting mengetahui bagaimana cara tepat guna menghindari microsleep atau menghilangkan rasa lelah dan kantuk terjadi saat berkendara.
Menurut Kementerian Kesehatan, beberapa cara mencegah terjadinya microsleep saat berkendara, yaitu:
- Sebelum berkendara, pastikan sudah beristirahat atau tidur yang cukup
Tubuh biasanya menyesuaikan pola tidur yang kurang lebih sama setiap harinya. Dikarenakan tubuh ikut beristirahat setelah melakukan berbagai aktivitas sebelumnya. Karena itu, pastikan beristirahat atau tidur selama 7 hingga 9 jam dan tidak berkendara mendekati atau saat waktu tidur serta mengatur perencanaan perjalanan yang baik.
Seperti mengatur waktu untuk berkendara dan juga menyisipkan waktu beristirahat beberapa menit di rest area yang dilewati. Gunanya selain sampai tujuan sesuai jadwal, ini juga dapat membantu mencegah rasa kantuk untuk pengendara dengan mendapatkan istirahat yang pas dan cukup untuk berkendara dengan aman.

- Mendengarkan musik agar tetap terjaga
Musik dapat membangun mood pendengarnya. Saat berkendara, musik menjadi teman perjalanan agar tetap terjaga. Selain mengusir rasa penat atau pun rasa kantuk selama perjalanan, juga menghilangkan rasa sepi di kabin.
Namun perlu diingat, mendengarkan musik dengan volume berlebihan mengganggu konsentrasi, sehingga pastikan volume musik dalam keadaan cukup membantu menghilangkan rasa kantuk.
- Segera menepi dan beristirahat sejenak apabila mengantuk
Jika rasa lelah dan kantuk mulai dirasakan atau tidak tertahankan, beristirahatlah di rest area terdekat selama beberapa waktu dan beristirahat sejenak. Disini dapat dimanfaatkan tidur secukupnya sebelum melanjutkan perjalanan atau melakukan peregangan otot agar otot hingga saraf lelah dan kaku akibat berkendara terlalu lama dapat kembali segar seperti semula.
Melakukan peregangan otot saat menyetir menjadi satu di antara solusi efektif mencegah kantuk saat berkendara. Hal ini membantu oksigen masuk ke dalam otak dan melancarkan aliran darah serta me-refresh pikiran agar badan tidak lemas dan otak kembali segar untuk melanjutkan perjalanan.
- Mengobrol dengan teman semobil
Menyetir sendiri akan menciptakan rasa kantuk berlebihan yang kemungkinan dipicu rasa bosan. Sehingga ketika berencana menempuh perjalanan jauh, Anda dapat mengajak teman dan keluarga mendampingi selama perjalanan.
Adanya kehadiran orang lain di mobil akan menjadi Anda lebih terjaga karena Anda lebih aktif mengobrol atau mendengarkan. Ketika tanda microsleep muncul, teman perjalanan dapat dan menyarankan menepi atau bergantian sementara.
- Asuransikan kendaraanmu
Guna mendapat rasa aman dan nyaman, penting memberikan perlindungan ke kendaraanmu terutama saat kejadian tidak inginkan terjadi. Pastikan juga polis asuransi mobil sudah melakukan perluasan jaminan, agar memberi perlindungan maksimal terhadap kendaraan dan pengemudi hingga penumpang kendaraan bermotor.
Microsleep sulit diidentifikasi sendiri karena terkadang kita menyadari tubuh sedang lelah namun menolak berhenti sejenak karena ketakutan membuang waktu atau tidak sampai ke tempat tujuan secepat mungkin.
“Penting merencanakan perjalanan agar perjalanan sesuai jadwal dengan menyelipkan istirahat sejenak di rest area. Dampak terjadi akibat microsleep menyebabkan kecelakaan fatal, tidak hanya diri sendiri namun pengendara lainnya,” ujar Laurentius Iwan Pranoto, Head of PR, Marcomm & Event Asuransi Astra.

