NMAA News – Populasi BMW seri 5 generasi kedua dengan kode sasis E28 memang tidak sebanyak sedan BMW lainnya. Sedan keluaran 1980-an ini menyimpan sebuah memoar masa lalu sebagai suksesor di seri kendaraan mewah BMW.
Meski sudah berusia lebih dari 40 tahun, justru tampangnya bisa diracik melampaui umurnya sekarang.
Bagi pemiliknya, Liam Ainsworth yang juga berprofesi sebagai tuner. Nilai sejarah menjadi alasan untuknya membangkitkan citra sang legendaris asal Jerman. Karena semakin langka sebuah unit mobil, tentunya akan meningkatkan sisi estetika dan sejarah jika dirawat dengan baik.

Liam punya cara unik mendongkrak seri 5 miliknya, dari basis mobil yang nyaris jongkrok sampai menarik perhatian para car enthusiast di Inggris.
Prosesnya dimulai dari kelir ulang seluruh bodi menggunakan warna semirip mungkin dengan versi standar, Hijau Zamrud atau disebut Emerald Green. Pemilihan skema warna ini menjadi dasar unsur eksekutif laiknya mobil Jerman di masa emasnya.
Saat melirik ke garasi, mata Liam langsung tertuju pada velg BBS RS yang mendapat polesan high polish dan warna dop emas. Velg bergaya retro ini mengusung format 19×7 inci yang dijahit rapi ban 195 khusus untuk menampilkan fitment ‘menarik’.
Teknik menarik ban atau strech out dipadukan dengan camber negatif di dua roda belakang. Menampilkan ilusi ban lebih besar dan seolah melar dengan dimensi velg yang terlihat kecil. Pemilihan velg 17 inci juga ditujukan supaya ban dapat terpasang sempurna di velg berdimensi lebar.

Setelah setup roda ditentukan, Liam menunjuk suspensi udara Airride menggantikan versi orisinal BMW E28. Untuk mengatur posisi air in maupun air out, model suspensi tersebut diatur melalui AccuAir-Control dari ruang interior. Seluruh proses instalasi diserahkan ke spesialis kaki-kaki Only Charged Dubs.

Nuansa megah kabin makin memanjakan para penumpang dari kehadiran pelapis jok warna hijau. Fitur hiburannya dibekalioleh head unit Blaupunkt SQR 46. Sisanya, kondisi ruang interior masih dipertahankan karena alasan ‘merawat sejarah’.

Di balik kap, Liam pun membiarkan mesin BMW 520i jenis straight-six (M20B20) dalam kondisi standar. Mesin ini dapat memompa tenaga sampai 129 HP dan torsi optimal 170 Nm.
Output tenaga diolah melalui girboks manual 5 percepatan ke dua roda belakang (RWD). Sementara itu, komposisi di sektor tenaga dapat membawa BMW lawas mencapai top speed 200 Kpj.


