NMAA News – Udara di kabin punya peran penting bagi kesehatan dan kesegaran penegemudi dan penumpangnya. Karena kabin adalah ruangan tetutup dan terbatas, maka akan berbahaya apabila udara kabin tidak sehat.
Salah satu penyebab udara tidak sehat di kabin mobil adalah tingginya konsentrasi CO2 (karbondioksida) yang disebabkan buangan napas penumpang dan kurangnya sirkulasi udara. Unsur CO2 tinggi berarti kadar oksigen menjadi rendah.
Efek tingginya kadar CO2 membuat efek seperti cepat mengantuk, keluhan pusing, mual, hingga muntah. Dalam keadaan terganggu, pengemudi atau pengguna kendaraan dapat membawa dampak dalam berkendara, tidak fokus, bahkan bisa menyebabkan kecelakaan.

CO2 Sensor dalam kendaraan penting fungsinya karena karbondioksida tidak berwarna atau berbau. Bila kadar CO2 di kabin berlebihan, menyebabkan oksigen masuk ke tubuh berkurang, sehingga cepat mendatangkan rasa kantuk.
“Kantuk saat berkendara sangat berbahaya karena menyebabkan microsleep driving atau Sleep-Deprived Driving. Seandainya indikator CO2 menyala, pengemudi dapat segera mencari tempat istirahat terdekat untuk beristirahat sejenak dan turun dari mobil,” jelas Albert Lim, Direktur PT Intersis Sejahtera Abadi, pemegang merek Asuka Car TV.
Sensor ini dibuat oleh Infineon Technologies dari Jerman, yang di mana Infineon adalah manufaktur semikonduktor dan chip terbesar di Eropa. Sehingga sensor ini dijamin sangat akurat, sensitif, dan reliable, karena berstandar Industrial Grade.

Belum lagi unsur udara dipenuhi kotoran halus, ringan yang kasat mata, bahkan virus dan kuman jahat. Kurangnya sirkulasi udara di kabin mobil ditambah tingginya level polusi dan rendahnya kualitas udara di Jakarta dan kota besar di Indonesia, membuat udara menjadi tidak sehat sistem pernapasan, paru-paru, hingga penyebab kanker.
“Mengacu dua hal di atas, sebagai antisipasi ada baiknya mengetahui tingkat indeks CO2 dan kualitas udara PM2.5 di kabin. Solusi praktisnya, kami hadirkan head unit canggih pendeteksi kadar CO2 , sanggup mengaktivasi pembersihan udara hingga partikel PM2.5, termasuk membunuh virus,” imbuh Albert Lim
Menurutnya, beberapa pabrikan mobil Jerman premium saat ini mulai menggunakan CO2 Sensor demi keselamatan penumpang di dalam mobil. Hal ini sejalan dengan head unit Asuka berfitur Carbon Dioxide Sensor yang dapat mengindikasikan kadar CO2, dan Air Purifier yang dapat mematikan virus di dalam mobil demi kesehatan.

“Ini merupakan head unit satu-satunya yang mampu mengintegrasikan hal-hal penting tak terpikirkan selama ini. Tipe yang akan kami luncurkan adalah Asuka ACK-509/510 MAX,” jelas Albert Lim di IIMS 2023 JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (17/2/2023).
Salah satu keunggulan ACK-509/510 MAX adalah CO2 Sensor Asuka Health Care Assistant For Your Safety. Sensor CO2 adalah sebuah sensor pendeteksi seberapa banyak konsentrasi CO2 di kabin. Pada layar head unit, Anda bisa mengeceknya dengan memilih aplikasi Asuka Health Care Assistant.

Pada menu tersebut, apabila terdapat indeks bar berwarna merah, artinya kabin mobil dipenuhi kandungan CO2. Jika indeks bar menunjukkan warna kuning hingga hijau, artinya kandungan CO2 sudah lebih banyak berkurang. Hal seperti ini bisa diantisipasi dengan head unit ACK 509/510 MAX ditambah membuka sedikit jendela, agar sirkulasi oksigen di kabin lebih maksimal.
“ACK-509 MAX berlayar 9,4 inch dan ACK-510 MAX berlayar 10,4 inch. ACK-509/510Max menjadi satu-satunya head unit yang mengintegrasikan alat CO2 Sensor yaitu CO2-100 untuk mendeteksi udara CO2 di kabin mobil dan Air Purifier AP-100 sebagai sarana memperbaiki kondisi udara di kabin. Head unit Android terbaik ini juga mengusung layar QLED beresolusi 2K,” imbuh Albert.


