NMAA News – Banyak pelajaran yang bisa diambil dari pameran Osaka Automesse 2023. Dalam tiga hari berjalannya acara, car enthusiast disuguhkan display car beragam tema modifikasi yang telah mengakar di Jepang.
Deretan mobil di beberapa booth apalagi besutan builder Jepang tetap mempertahankan sebuah taste dan karakteristik khas yang semua amini sebagai ‘JDM Culture’.
Bisa diamati langsung dari penggunaan part aftermarket asal Jepang dan estetika khas yang menjadi ciri utama berbagai mobil modifikasi. Hal ini juga berlaku untuk impor.
Medium pameran terbesar di wilayah Jepang Barat, diprediksi mengumpulkan lebih dari 500 mobil beragam jenis.
Seperti sport, mini van, sampai EV merefleksikan tema besar ‘Spread, Connect for the Exciting Life with Your Car’. Tema ini menjadi panduan bagi semua kalangan begitu memasuki area INTEX, Osaka.
Dengan tujuan memanaskan ambiens kultur modifikasi Jepang dan memperluas makna modifikasi menjadi gaya hidup, kebutuhan menikmati mobil modifikasi lebih personal.

Dibalik ramainya pameran, tema OAM tahun ini sekaligus menjadi ‘landasan pacu’ bagi Rumah modifikasi Pro Shop Screen tampil all out. Di lokasi booth mereka, mobil sport ikonik Nissan Skyline GT-R R32 tampil kalem bersanding dengan koleksi part aftermarket milik produsen aftermarket rem D2.
Sekilas, GT-R generasi ke-8 keluaran 1991 ini mungkin sama seperti model sejenis di berbagai laman media atau pojokan pameran lain. Tetapi, mobil berjuluk ‘Godzilla’ telah menempu banyak proses pengerjaan mencakup trial and error founder Pro Shop Screen, Hiroshi Chiba selama puluhan tahun.
Melalui kanal online Automesse, Chiba-san menuturkan kalau GT-R R32 adalah perwujudan mimpi saat ia pertama kali membuka toko spare parts. Sayangnya, saat itu dia belum terpikir untuk modifikasi dan membiarkannya jongkrok.

Saat sempat terjun di balap drag liar Sendai Highland, potensi tenaganya disebutkan Chiba-san hanya 800 PS dengan kemampuan akselerasi 0-400 meter hanya 9,5 detik.
Tak puas dengan output sang Godzilla, trek lurus jalan raya Sendai Highland ditutup pada 2013. Penutupan ‘bisnis’ ini membuat Chiba-san merasa putus asa terhadap karyanya hingga membuat Godzilla terparkir selama 10 tahun.
Menurut Chiba-san, di fase absen tersebut Godzilla miliknya justru membuka kesempatan lain mengumpulkan konsep modifikasi untuk menghidupkan kembali project cars ini.
Begitu waktunya tiba, auman parau GT-R kini mampu memekakkan telinga. Meski di pameran, model sport ‘penghancur’ supercar ini tetap tampil kalem dan bersahaja.
Tampilan bodi dibalur warna abu-abu metalik, lengkap dengan motif livery checkered flag, dan sejumlah stiker sponsor. Looks sederhana ini hanya dilengkapi aksesori sayap belakang custom di belakang dan velg TE37 putih berbalut ban drag Hoosier bercokol di semua sumbu roda.

Project cars Chiba-san diakuinya dirampungkan ulang pada 2022 dengan pengerjaan singkat, lebih terukur, dan terkonsep. Begitu membuka kap mesin, barulah dia menunjukan paras asli sebagai Godzilla yang lahir dari keganasan trek Sendai Highland.
Dapur pacu berkode RB26DETT 2.8L racikan HKS sudah mengusung modifikasi stage 2. Termasuk beberapa ubahan internal dan restorasi part lain.
Untuk mendongkrak tenaga, doping performa turbo HKS T51R ke GTIII-5R sudah tertancap apik memompa kinerja tenaga. Sebagai otak utama, mesin asli GT-R R32 disambungkan ke ECU F-con V Pro ver 3.4.
Hasilnya, kini tenaga mesin meningkat signifikan menjadi 1003 PS @7364 rpm dengan torsi puncak 109 kg-m @4855 rpm.
Disebutkan Chiba-san, cara paling ampuh memang bisa diakali dengan menukar unit RB26DETT ke VR38DETT. Tetapi ini bukanlah sebuah tantangan menarik untuk digeluti baginya.

Performa ganas Godzilla juga ikut menyesuaikan ulang crank angle sensor dalam satu paket conversion kit. Sehingga dapat memberikan pengapian stabil dan mudah mendapat rentang putaran tinggi lebih akurat.
Pengalaman mengajarkan Chiba-san, jika dulu akselerasi di 9000 rpm justru membuat akselerasi bermasalah. Kini, bermodal convertion kit HKS akselerasi sang Godzilla di rentang 7000 rpm dan 9000 rpm dirasakannya lebih stabil selain tenaga mesin meningkat drastis.
Part HKS V-Cam Pro juga memberikan stabilitas berkendara di kecepatan rendah. Chiba-san menuturkan output tenaga 1000 PS di mesin RB26DETT biasanya membuat mobil sulit dikemudikan.


