Perbandingan Besaran Insentif Mobil Listrik Indonesia dengan Negara ASEAN Lain

0
Selain produk Wuling yang telah dipasarkan di Indonesia, pengunjung juga dapat melihat mobil listrik GSEV di GIIAS 2021
- Advertisement -

NMAA News – Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, terutama Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KLBB).

Upaya tersebut disiapkan demi mempercepat penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bantuan subsidi KBLBB akan mulai diberlakukan pada 20 Maret 2023.

Pemerintah juga sudah mencatat banyaknya kendaraan yang dapat diberikan bantuan subsidi sampai Desember 2023 ini. Sebelum Indonesia beberapa negara di ASEAN terlebih dulu menerapkan strategi serupa yang bertujuan untuk mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik di negaranya.

Indonesia

Saat ini, pemerintah Indonesia masih menghitung besaran insentif kendaraan listrik yang akan berlaku efektif per 20 Maret 2023. Jauh sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pernah mengungkap besaran insentif Rp 80 juta untuk mobil listrik dan Rp 40 juta mobil hybrid.

Diprediksi insentif ini akan berlaku nantinya, mengingat Indonesia merujuk pada program insentif seperti yang sudah berlaku di Thailand.

Tiap mobil tersebut diwajibkan memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40% dan diproduksi di Indonesia berstatus Completely Knock Down (CKD)

Malaysia

Konsumen menerima manfaat perpanjangan pengabaian bea masuk komponen kendaraan listrik sampai 31 Desember 2027. Selain itu, pembeli kendaraan listrik dapat mengajukan keringanan pajak mobil listrik.

Termasuk pembebasan pajak jalan (road tax), dan pajak pribadi hingga 2.500 ringgit atau setara Rp8,58 juta (kurs Rp3.432).

Singapura 

Melalui program EV Early Adoption Incentive (EEAI) mobil listrik akan menerima potongan harga sebesar 45 persen dari Biaya Pendaftaran Tambahan (ARF), maksimal 20.000 dolar Singapura atau Rp226 juta.

Thailand

Pemerintah Thailand memulai program subsidi kendaraan listrik pada September 2022 sebesar 70.000-150.000 baht atau setara Rp30 juta – Rp65 juta per unit. Pemerintah juga memberikan insentif pajak untuk EV termasuk pengurangan cukai, pajak jalan, dan pajak impor.

Program tersebut sukses mengerek volume penjualan EV di Thailand selama Januari-Oktober 2022 dari awalnya 1.721 unit di periode yang sama tahun 2021, saat ini jumlahnya meningkat jadi 7.552 unit.

- Advertisement -