NMAA News – Ada fenomena menarik jika berbicara soal Nissan Cefiro. Di awal kemunculannya pada 1991, Cefiro memulai hidupnya sebagai sedan luxury berlimpah fitur canggih di zamannya. Seperti headlamp proyektor, double sokbreker dan suspensi dilengkapi sensor khusus.
Tapi justru, pasar menyorot sisi lain dari Cefiro sebagai mobil yang punya performa berkendara menyenangkan. Padahal, dibekali mesin naturally aspirated berkode nomenklatur RB20E berpenggerak roda belakang. Saat itu Cefiro justru selalu tersaingi oleh Honda Accord maupun Toyota Corona.
Seiring waktu, animo rendah Cefiro justru berbalik seiring skena motorsport Drifting digandrungi. Terlebih lagi, di Jepang sedan berpenggerak roda belakang ini banyak digunakan para Drifting Heroes.
Alasan singkatnya, Nissan Cefiro dilirik sebagai mobil yang potensial buat dipakai drifting. Ia punya keunggulan dari segi wheelbase, radius putar cukup besar dan part substitusi atau pun part aftermarket berlimpah.

Banyaknya part substitusi dan aftermarket yang cocok untuk Cefiro dibenarkan oleh Ricko Nugraha, Drifter asal Bandung.
Kepada NMAAA TV, Ricko mengungkapkan Nissan Cefiro A31 miliknya dalam kondisi standar sudah terbilang matang buat dimodifikasi jadi mobil drift. Terutama sektor kaki-kaki yang mirip seperti generasi Nissan Silvia dengan karakter S-Chassis. Apalagi, unitnya termasuk murah.
“Nissan Cefiro A31 sedan aftermarketnya cukup banyak. Ini yang jadi keunggulan buat dipakai drifting,” ujar Ricko.

Efeknya, lanjut Ricko Cefiro terbilang andal untuk mengunci angle dan melakukan drifting. Tetapi kembali lagi, siapa tuner yang berani melakukan tuning secara tepat.
Agar mobilnya bisa mengikuti berbagai kejuaraan Drifting di Ibu Kota, Jakarta sejumlah tahap modifikasi ditempuhnya.
Paling mendasar, Ricko membeberkan racikan setup kaki-kaki ditempuh secara custom. Ia beralasan cara ini terbilang nekat bertujuan agar menghasilkan keselarasan antara roda kiri-kanan.
“Kaki-kaki custom, semuanya by feeling aja. Termasuk super angle, paling cuma coilover aja pakai versi aftermarket. Setup kaki-kaki pastinya wajib jadi perhatian, karena disesuaikan sama mesin yang dipake,”kekehnya.
Lalu, sektor roda juga ikut dirubah menggunakan pelek ukuran 17 inci (8.5+9.5) berbalut ban GT Radial Champiro SX2 ukuran 225/45R17.
Bagian bodi belum banyak mendapat sentuhan modifikasi. Ricko masih mempertahankan bodi standar dengan penambahan decal sticker, wrapping, over fender, side skirts, dan wing belakang.
Di balik kap, mesin RB25DET yang banyak dipakai pada Nissan Skyline mendapat optimalisasi pada bagian jalur pendinginan, radiator, dan lainnya. Sementara turbocharger dan part internal masih standar. Pada tahap final, unit komputer mesin dituntaskan oleh ECU jenis Stand Alone.
Seperti mobil drift pada umumnya, bagian ruang mesin sudah mendapat rangka semi tubular. Diikuti pemasangan rollbar 6 titik berbahan seamless di ruang kabin.
Sisanya, sejumlah part khusus balap tersebar di ruang kabin. Seperti meter indicator, saklar cut-off, rem tangan hidraulis dan kursi kemudi bucket seat juga setir racing.


