NMAA News – Belakangan ini sering kita lihat di berbagai platform media sosial, banyak kasus kebakaran mobil sering terjadi. Musibah ini bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa diduga dan menimbulkan kerugian besar. Kebanyakan kebakaran mobil memiliki faktor penyebab sebagai pemicu awal.
Padahal, penyebab kebakaran sebenarnya mudah dikenali sebelum kejadian lantaran mobil tidak akan terbakar dengan sendirinya. Kebakaran mobil dapat dihindari mudah sehingga memberi peace of mind di mana pun dan kapan pun.
- Hati-hati lakukan modifikasi kelistrikan mobil
Setiap mobil memiliki sektor kelistrikan seperti kebutuhan daya listrik, sistem, dan rangkaian lainnya yang telah diperhitungkan dan melewati tahap uji coba pabrikan agar berjalan baik dan aman dalam jangka waktu lama.
Jika tidak dibutuhkan, pabrik kendaraan tidak merekomendasikan pemilik mobil melakukan modifikasi khususnya bagian kelistrikan seperti lampu, kabel, modul, audio hingga rangkaiannya tanpa perhitungkan aspek teknis atau tidak sesuai spek sandar.
Penting kiranya berkonsultasi dahulu ke bengkel resmi atau spesialis modifikasi kelistrikan terpercaya jika memang dibutuhkan. Serta pastikan modifikasi yang dilakukan aman sebelum diaplikasikan.
- Hindari menyimpan barang mudah terbakar di dalam mobil
Kebiasaan meninggalkan barang kerap dilakukan pemilik mobil dan penumpangnya. Benda-benda seperti korek gas, charger, power bank hingga pengharum mobil atau pengharum badan rentan terbakar, bahkan meledak saat suhu kabin mobil makin tinggi akibat terparkir di bawah cuaca ekstrem seperti teriknya matahari. Penting lakukan pemeriksaan kembali sebelum pergi meninggalkan mobil terparkir.
- Cek oli mesin mobil dan potensi kebocoran bahan bakar
Bahan bakar dan oli adalah jenis material mudah terbakar. Sehingga kebocoran yang mengandung kedua bahan ini sangat berbahaya. Hal ini biasanya terjadi dan diakibatkan faktor usia kendaraan yang sudah terlalu lama atau kelalaian manusia.
Langkah pemeriksaan rutin keadaan mobil tidak dilakukan hingga hal sepele seperti lupa menutup kembali tutup oli dan bahan bakar dengan benar. Tetesan oli mesin hingga bahan bakar dapat terbakar bila mengenai bidang panas seperti pipa knalpot.
Oli yang sudah lama tidak diganti juga dapat memicu kebakaran. Dikarenakan senyawa kimia dalam oli lama berubah, hal tersebut berimbas pada mesin cepat panas, komponen di dalamnya aus, dan berpotensi memicu kebakaran.
- Jangan parkir dekat sumber api
Banyak pemilik mobil memarkirkan kendaraannya tanpa perhatikan keadaan sekitar seperti berada di samping tempat sampah yang baru melakukan pembakaran sampah. Akibatnya bara api sisa pembakaran dapat terbang dan mengenai bagian mobil yang sensitif sehingga memicu kebakaran. Saat berhenti dan memarkirkan kendaraan, pastikan aman dari sumber panas di sekitar sebelum meninggalkan.
- Panel indikator jangan diabaikan
Masing-masing mobil sudah dilengkapi beberapa instrumen yang menyajikan banyak simbol indikator. Kehadiran layar informasi ini penting memantau kondisi kendaraan. Indikator instrumen mobil pada dasarnya adalah pengingat pengemudi jika terjadi kesalahan dan segera melakukan pemeriksaan agar terhindar kebakaran.
Seperti saat ada indikator suhu mesin naik, berarti terdapat masalah pada bagian mesin mobil sehingga perlu melakukan pengecekan sebelum melanjutkan perjalanan.
- Siap sedia alat pemadam api ringan
Selain tindakan pencegahan, terdapat hal lainnya yang sering dilewatkan para pemilik kendaraan mobil. Risiko akan kepemilikan mobil hingga berkendara pasti selalu ada, alangkah baiknya mobil kesayangan dilengkapi proteksi maksimal yang meringankan beban saat risiko yang tidak diinginkan menerpa.
Seperti sediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai pertolongan pertama saat mobil terbakar. Selalu letakkan APAR di tempat aman dan mudah untuk dijangkau saat darurat.
“Selain memastikan kendaraan kesayangan diberi perlindungan terbaik, namun penting mengenali penyebab terjadinya suatu hal merugikan agar lebih mudah melakukan tindakan pencegahan lebih dini. Periksa keadaan prima kendaraan sebelum memulai perjalanan dan periksa keadaan sekitar khususnya barang yang ditinggalkan sebelum meninggalkan mobil,” imbuh Head of PR, Marcomm, & Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto.
Sesuai yang tertulis pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 3 ayat 2, risiko kerugian dan/atau kerusakan kendaraan bermotor yang disebabkan oleh, akibat dari, ditimbulkan barang dan/atau hewan yang berada di dalam dimuat pada, ditumpuk di, dibongkar dari atau diangkut kendaraan bermotor serta zat kimia, air, benda cair lainnya, yang berada di dalam kendaraan bermotor termasuk pengecualian penjaminan sehingga tidak akan dicover polis asuransi mobil standar.

