Skandal Daihatsu: Akali 88 Ribu Data Hasil Tes Uji Tabrak

0
- Advertisement -

NMAA News – Setiap mobil baru wajib menempuh berbagai tahap pengujian guna memastikan mobil tersebut laik dipakai konsumen. Crash Test atau test tabrak mencakup beberapa bagian pada mobil. Seperti tabrak depan, samping, sampai benturan pada pejalan kaki.

Tidak disangka-sangka, belakangan ini tersiar kabar pengakuan Daihatsu terhadap hasil crash test 88 ribu data mobil produksi di perusahaan induk mereka Toyota Motor Corp. Daihatsu melakukan manipulasi pada sejumlah pengujian seperti pintu depan, pelanggaran prosedur, hingga metode pengujian tabrak samping yang membuat hasil uji tidak akurat.

Dikutip dari laman resmi Daihatsu, saat uji tabrak tersebut terdapat bagian yang tidak layak. Sehingga mereka terus menyelidiki masalah tersebut. Hingga saat ini, Daihatsu tengah berkonsultasi mengenai masalah ini dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, pengiriman produk akan ditangguhkan di negara-negara tertentu.

Foto: daihatsu.com

“Saat melaporkan dan berkonsultasi dengan otoritas inspeksi dan sertifikasi, kami telah mengonfirmasi dan melaporkan bahwa hal itu sesuai dengan undang-undang dan peraturan dalam pengujian ulang internal menggunakan suku cadang yang tepat,” tulis Daihatsu.

Pihaknya akan berusaha untuk melanjutkan pengiriman kendaraan yang pengirimannya ditangguhkan, sambil menerima panduan dari otoritas inspeksi dan sertifikasi.

“Saat ini, pelanggan yang menggunakan model ini tidak perlu melakukan tindakan apa pun untuk melanjutkan penggunaan,” tambahnya.

Masalah manipulasi data itu juga semakin serius, seiring datangnya permintaan maaf yang langsung diucapkan oleh Ketua Toyota, Akio Toyoda. Ia mengatakan, kasus ini sangat memengaruhi Toyota karena menyangkut mobil penumpang merek Toyota.

Foto: Toyota

“Kami akan melanjutkan penyelidikan terperinci mulai sekarang, dan kami berjanji untuk memahami dengan pasti apa yang terjadi di lokasi, menyelidiki niat sebenarnya dan bekerja dengan tulus untuk mencegah hal ini terulang kembali,” kata Toyoda seperti dikutip dari laman Reuters.

Daihatsu menyatakan bahwa model yang terkena dampak dalam kasus ini diantaranya Toyota Yaris Ativ buatan Thailand mulai Agustus lalu, dan Perodua Axias diproduksi di Malaysia mulai Februari.

“Dari 88.000 lebih kendaraan, sekitar 76.000 adalah Yaris Ativ yang sebagian besar ditujukan ke Thailand, Meksiko dan negara-negara Dewan Kerjasama Teluk, dan sekitar 11.800 Perodua Axias ditujukan ke Malaysia,” sebut Daihatsu.

Untuk kembali meyakini hasil uji tabrak samping, perusahaan mengatakan akan melakukan pengujian ulang untuk keempat model di hadapan otoritas inspeksi dan sertifikasi. “Jika dipastikan bahwa kinerja dampak samping (kendaraan) sesuai dengan peraturan, kami akan melanjutkan pengiriman,” tutup pernyataan tersebut.

Tidak Terlibat 

Di tengah kasus skandal manipulasi hasil tabrak samping tersebut, Toyota Indonesia menyatakan, unit yang sudah beredar di Indonesia sama sekali tidak terlibat dalam kasus ini.

Dikutip dari CNN Indonesia, Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy mengatakan via pesan singkat, Selasa (2/5) skandal tersebut mendorong Toyota Indonesia untuk berkoodinasi dengan pihak prinsipal kendaraan.

“Sejauh kami berkoordinasi dengan prinsipal karena hal tersebut terkait sertifikasi, maka unit unit yang dipasarkan di Indonesia tidak terlibat ya,” kata Anton Jimmy, Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) melalui pesan singkat, Selasa (2/5).

Anton menjelaskan, semua model Toyota yang dijual di Indonesia telah melalui berbagai tahapan, termasuk homologasi dari pemerintah Tanah Air.

“Di mana untuk domestik Indonesia khususnya terkait unit-unit yang diinformasikan [bersama dengan model lain], kami di TAM pastikan sudah dihomologasi agar dapat izin dipasarkan oleh pemerintah Indonesia,” tandas Anton.

- Advertisement -