Pertahankan Usia Pakai Mesin Bensin, Toyota: Kendaraan Listrik Bukan Solusi Final Selamatkan Ekologi

0
Foto: Toyota/carbuzz
- Advertisement -

NMAA News Flash – Geliat tren modifikasi di sejumlah negara turut merubah penggunaan mesin konvensional ke Electric Vehicle (EV). Bahkan, beberapa line up mobil terdahulu rela diskontinyu untuk beralih menjadi versi full EV.

Meski begitu, raksasa otomotif Toyota bersikukuh untuk menerapkan migrasi secara perlahan.

Baru-baru ini dalam sambutannya di pameran Tokyo Auto Salon (TAS 2024), mantan CEO dan Chairman perusahaan Akio Toyoda kembali menegaskan rencana Toyota dalam pengembangan mobil hidrogen.

Morizo, sapaannya menegaskan bahwa kendaraan listrik bukanlah satu-satunya solusi untuk mencapai netralitas karbon.

Dibandingkan dengan banyak produsen mobil lainnya, Toyota membutuhkan waktu sebelum memutuskan beralih ke era elektrifikasi sepenuhnya.

Foto: Toyota/carbuzz

Upaya ini tentunya berdampak pada usia pakai mesin pembakaran Toyota di tengah gempuran tren EV.

Saat presentasi di booth Toyota dalam gelaran Tokyo Auto Salon 2024, Toyoda-san menampilkan GR Yaris terbaru, sembari mengungkap usulannya memperlambat pengembangan EV yang telah disetujui Presiden Toyota Koji Sato dan top management Toyota.

Namun, unit pembangkit listrik berbahan bakar gas diharapkan dipadukan dengan teknologi ramah lingkungan untuk membantu berkontribusi terhadap netralitas karbon.

“Meyakini bahwa kendaraan listrik bertenaga baterai bukanlah satu-satunya cara untuk mencapai netralitas karbon, kami telah mengerjakan inisiatif mesin hidrogen sejak tiga tahun lalu,” ujar Morizo.

Saat gelaran Goodwood Festival of Speed 2023, Toyota GR Yaris H2 Concept dikendarai di trek sepanjang 1,16 mil di West Sussex oleh aktor Inggris Rowan Atkinson. Aksi ini turut membuktikan bahwa mobil bertenaga hidrogen masih diandalkan dalam ranah motorsport.

Toyota juga memukau para car enthusiast lewat pengembangan Toyota AE86 berbahan bakar hidrogen.

Sejauh ini, perusahaan hanya memiliki Toyota bZ4X di jajaran EV-nya penuh.

Meskipun, transisi masif ke arah elektrifikasi adalah keniscahyaan, Toyota tetap berkomitmen ingin memberi inovasi lain dari teknologi EV itu sendiri.

Salah satu buktinya, teknologi baterai solid-state Toyota yang sanggup menjangkau hingga 745 mil 1.198 km dalam sekali pengisian daya selama 10 menit saja.

- Advertisement -