NMAA News Flash – Nissan umumkan rencana bisnis jangka menengah ‘The Arc’ yang memfokuskan target peluncuran 30 mobil terbaru dengan target penjualan menembus 1 juta lebih unit terjual tiap periode satu tahun.
Rencana ini menghadirkan alokasi 16 kendaraan hybrid dan listrik dengan 14 model lain tetap mengusung mesin pembakaran internal (ICE).
Melalui unggahan video di kanal Youtube Nissan, perusahaan menampilkan sebanyak 25 unit mobil saja. Sedangkan sisanya tetap masih rahasia.

Siluet mobil Nissan yang terlihat sekilas dengan tampilan lampu LED tampaknya banyak menampilkan model SUV Crossover.
Salah satu model yang mudah terindikasi, menampilkan Renault 5 yang sudah mendapat re-badge Nissan dan pikap ukuran medium.

Strategi Pasar dan Distribusi
Dalam The Arc, perusahaan telah membagi strategi penjualan di sejumlah negara. Di antaranya pasar Amerika Serikat dan Kanada dengan merilis 7 mobil baru.
Khusus untuk pasar Amerika Serikat, Nissan akan merevitalisasi 78 persen mobil penumpang berbekal sistem plug-in hybrid dan e-Power.
Kemudian, Nissan mempersiapkan 5 model SUV baru di Timur Tengah, serta dua model lain berbekal mesin bensin di Afrika.
Sedangkan untuk pasar Eropa, Nissan menghadirkan 6 model baru sebagai penunjang penjualan mobil listrik mencapai 40 persen.
Untuk pasar Jepang, Nissan menargetkan penjualan pada 80 persen lini produknya termasuk merilis 5 mobil baru hybrid dan EV untuk target 70 persen penjualan.
Target penjualan lain yang tidak kalah penting, fokus mengincar pasar China dengan merilis 8 unit mobil hibrid dan listrik. Tetapi, jumlah tersebut merupakan model rebadge.
Masih dalam strategi The Arc, Nissan secara global memproyeksikan peluncuran kendaraan listrik yang mewakili 40 persen dari penjualan periode tahun 2026 sampai 2027 sekaligus meningkatkan 60 persen penjualan unit di penghujung 2030.
Ada beberapa strategi Nissan di pasar negara lain, misalnya pemangkasan biaya produksi EV sebesar 30 persen dan secara bertahap mencapai keseimbangan biaya produksi antara mesin bakar dan EV pada 2030.

Baterai NCM
Meningkatkan efisiensi dari line up mobil listrik terbarunya, Nissan juga membahas sekilas tentang pengembangan baterai lithium nickel manganese cobalt (NCM).
Baterai jenis baru dari Nissan miliki kemampuan pengisian daya lebih cepat 50 persen dan kepadatan energi 50 persen lebih baik. Terutama dibanding baterai pada Nissan Ariya.
Selain itu, NCM cenderung lebih efisien dari jenis baterai lithium iron phosphate (LFP) yang berkontribusi memangkas biaya produksi sebesar 30 persen.
Ke depannya, pengembangan baterai solid-state yang saat ini masih dalam tahap pengujian akan muncul di beberapa kendaraan Nissan pada 2028 atau 2029.
Rencana bisnis The Arc juga belum membahas lebih lanjut kolaborasi antara Nissan dan perusahaan otomotif lain.
Padahal, saat ini Nissan tengah menggaet stratup otomotif Fisker untuk mengucurkan investasi dalam pengembangan platform bersama.
Di sisi lain, Nissan juga sudah membuka kemungkinan menjalin kemitraan dengan pabrikan Honda.


