Cara Kerja Aircup Suspension, Suspensi Coilover yang Bisa Disetel Pakai Remote

0
Foto: Stylewagon/T-Demand
- Advertisement -

NMAA Review and Drive – Modifikasi stance masih tetap berkibar dalam beberapa tahun ke depan. Faktor penting demi wujudkan tampilan mobil lebih atraktif, paling utama saat menyetel sektor kaki-kaki.

Para penggemar modifikasi mobil ceper biasanya mengibaratkan mobil seperti model yang sedang berjalan di catwalk.

Berlenggak-lenggok melirik ke arah audiens dengan tetap mempertahankan cara berjalan dengan mulus. Maka tak heran, jika hasil modifikasi stance mampu menarik perhatian awam saat mobil terparkir.

Foto: T-Demand

Seiring waktu, modifikasi stance terbagi lagi menjadi dua setup suspensi.

Car enthusiast penyuka komponen aftermarket air suspension (airsus) menyebutnya sebagai bagged dan mobil ceper dengan penggantian coilover atau sok absorber ceper menyebarkan istilah static.

Sebetulnya, stance bukan aliran modifikasi. Akan tetapi cara mobil berdiri yang menampilkan penggunaan velg besar dengan jarak mepet ke permukaan fender.

Kunci modifikasi stance biasanya terletak saat mengatur fitment velg besar dan tipisnya jarak antara bodi ke permukaan aspal.

Salah satu caranya memasang suspensi udara (airsus) yang saat ini kembali mendapat pengembangan ulang bernama Aircup.

Lebih Stabil di Jalan Lurus?

Singkatnya, airsus mulai bekerja dari kompresor untuk memasok udara bertekanan ke kantong udara di kaki-kaki mobil melalui katup selenoid.

Meski tidak semua produk airsus punya masalah yang sama, umumnya para car enthusiast mengalami kondisi balon airsus sulit terkompa.

Akibat dari kebocoran di pipa, kerusakan pada sensor manajemen, atau beberapa pemicu lainnya.

Foto: T-Demand

Selain itu, beberapa mobil merasakan setir mobil goyang ke kanan atau kiri sampai kecepatan mobil yang terbatas.

Untuk merevisi kekurangan airsus, perkembangan teknologi saat ini melahirkan istilah baru bernama Aircup.

Perbedaan mendasar terletak pada hadirnya coilover di bagian atas suspensi. Berbeda dengan airsus yang menggunakan balon berbahan karet sebagai tumpuan sektor kaki-kaki.

Foto: Stanceparts

Jika ingin postur mobil lebih ceper, tentunya menggunakan airsus karena lebih fleksibel.

Sebab, aircup hanya bisa menghadirkan mode full-height dan driving position. Biasanya, meningkatkan postur bodi sekitar 5 cm saja yang tetap mengandalkan kompresor untuk menyalurkan udara ke silinder cup di atas coilover.

Tentu berbeda dengan airsus dengan preset yang bisa menyetel tiga posisi, mencakup standar mode, driving mode, dan height mode sebagai posisi suspensi paling tinggi.

Di sisi lain, aircup menyesuaikan tinggi coilover jika ingin ketinggian suspensi lebih ceper lagi. Dan juga masih bisa mengatur bantingan suspensi dan peredaman sesuai kebutuhan.

Foto: Stanceparts

Secara simpel, peran silinder udara membantu per mengatur ketinggian baik driving mode atau height mode pada penyangga coilover.

Poin plus penggunaan Aircup terletak pada penggunaan mobil di kondisi jalan yang dominan berkarakter bumpy atau tidak rata tetapi juga menjanjikan kenyamanan saat berkendara di kecepatan tinggi.

Kembali lagi ke preferensi tiap car enthusiast. Bagi penyuka coilover statis yang bosan dengan penyetelan manual dan mesti bongkar-pasang velg, mungkin aircup bisa jadi solusi.

Sistem aircup juga memerlukan kompresor udara yang memberi tekanan ke silinder udara di bagian atas coilover melalui selang atau pipa-pipa yang lebih ringkas.

Penyetelan aircup bisa diakses lewat gawai maupun remote, sama seperti airsus. Fungsinya, menghubungkan katup ke sakelar untuk mengontrol posisi suspensi.

- Advertisement -