NMAA Lifestyle – Modifikasi mobil bukan hanya berkutat pada kebebasan berekspresi memberikan konsep – konsep orisinal dan otentik.
Jika awalnya hanya menyasar pada kalangan pehobi semata, kebutuhan personalisasi mobil juga berhasil mendulang minat masyarakat luas termasuk awam sekalipun.
Kultur modifikasi semakin meluas, jadi gaya hidup kalangan muda di wilayah urban. Melahirkan entitas lain seperti rilisan merchandise brand aftermarket maupun rilisan produk apparel atau fashion.
Paling terasa, memasuki 2015 ada banyak produk kreatif yang turut masuk sebagai stimultan industri modifikasi. Termasuk semakin berkembangnya para peminat miniatur mobil.

Sebetulnya, diecast sudah populer dengan berbagai merek ternama, seperti Hot Wheels, Tomica, sampai Kyosho Mini Car.
Miniatur mobil atau diecast ini menempuh metode produksi die-casting, terbuat dari logam atau metal yang dilelehkan untuk dituang pada media cetak mengikuti bentuk tertentu. Ada juga yang terbuat dari bahan plastik.

Pemain Baru di dunia Diecast
Di tengah – tengah merek diecast merilis produk eksklusif dalam jumlah terbatas, perusahaan mainan TSM-Model asal Jepang rupanya membaca peluang baru untuk segmen petrolhead di dunia diecast.
Karena saat itu, tidak banyak produk diecast yang sudah menampilkan miniatur mobil modifikasi. Mayoritas, masih anteng merilis mobil legendaris dengan menyentuh pemilihan warna atau livery.
Memasuki 2017, seperti melansir dari situs resminya, Mini GT mulai muncul ke permukaan. Sebagai merek diecast baru dengan skala 1/64. Tawaran Mini GT saat itu cukup menggoyang merek diecast yang lebih dulu eksis.

Menampilkan kesimbangan antara harga, kualitas diecast, dan juga detail mobil. Tercatat, rilisan pertama Mini GT terwujud melalui diecast Honda Civic Type R berkelir warna Championship White.
Alih-alih bisa menggaet pasar, strategi Mini GT belum serta merta berhasil. Padahal, detail menyerupai mobil asli seperti siluet mobil, bodi kit bawaan, kesenadaan warna cat, sampai material produksi Mini GT ‘sedikit lebih mumpuni’.
Co-Branding
Beranjak dari mandeknya branding Mini GT, TSM-Models yang juga menghadirkan skala diecast 1/43 dengan label Velocity dan diecast resin 1/18 berlabel Top Speed meramu ulang branding campaign Mini GT.
Memasuki 2018, Mini GT merangkul tuner aftermarket Liberty Walk (LBWK) merilis diecast skala 1/64 pertama dari versi mobil modifikasi Nissan GT-R berkelir Light Blue.
Saat itu, hadirnya diecast yang menunjukkan detail modifikasi mobil cukup menarik para kolektor dan car enthusiast.
Di sisi lain, LBWK tengah ramai menjadi perbincangan dari kelanjutan intrik saat memotong supercar Lamborghini di pameran modifikasi SEMA Show, Las Vegas, Amerika Serikat.

Gebrakan yang sering disebut Co Branding ini, pada intinya merupakan strategi dua produk berbeda yang menciptakan produk baru sebagai hasil kolaborasi antar keduanya.
Kolaborasi jenis ini cukup mendukung branding salah satu antara dua brand tersebut.
Selain itu, memberikan ciri khas unik dan bisa menarik perhatian market di luar niche. Yup, mungkin bisa mulai diterapkan oleh banyak pelaku industri modifikasi di Indonesia.
Makin Eksis
Kembali ke Mini GT, eksistensinya seketika terdongkrak. Meski banyak nada sumbang apakah Mini GT terbawa arus dari intrik LBWK dan pabrikan supercar. Saat itu, peminat Mini GT makin bertambah.

MINI GT, seperti tulisan di laman resminya berkomitmen sebagai merek diecast yang mendekatkan dunia miniatur mobil agar makin mudah dikenal secara luas.
Suguhan detail Mini GT memfokuskan pada lekukan siluet bodi, aero kit, baluran warna menyerupai versi mobil nyata, dan pelengkap lain. Intinya, semirip mungkin dengan mobil nyata dan rata-rata mobil modifikasi dari para tuner aftermarket Jepang.
Berlajut ke tahun berikutnya, Mini GT merilis diecast mobil LBWK Nissan GT-R dengan tema ‘Zero Fighter’ yang semakin mengorbitkan merek Mini GT dan LBWK di kancah internasional.

Lalu pada 2019, Mini GT mulai merambah ke diecast mobil lain. Contohnya Honda Civic LBWK, berbagai varian Nissan GT-R LBWK, sampai Lamborghini Aventador LBWK. Juga membuka kerja sama dengan custom diecast Kaido House.
Dalam rentang waktu 3 tahun, Mini GT akhirnya mengambil hati para diecaster (penggemar diecast.red) di seluruh dunia.
Sampai akhirnya kembali tuai gebrakan dengan hadirnya diecast Land Rover Camel, deretan sportcar, sampai dan mobil modifikasi besutan tuner aftermarket Jepang.

