Pabrik Hyundai Raih Sertifikasi AEO dari Ditjen Bea dan Cukai

0
- Advertisement -

NMAA News – Pabrikan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) meraih sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Sertifikasi ini diserahkan langsung Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, Jumat (7/6).

“Terima kasih Ditjen Bea dan Cukai atas kepercayaan untuk Hyundai Motor Manufacturing Indonesia. Semoga sertifikasi ini membuat produktivitas pabrik kami lebih baik lagi sehingga pelayanan ke konsumen lebih optimal,” jelas Presiden Direktur HMMI, Bong Kyu Lee.

AEO adalah konsep kepabeanan yang dikembangkan Organisasi Bea Cukai Dunia (WCO) dan dijalankan Pemerintah Indonesia lewat Ditjen Bea dan Cukai. Program ini dirancang menyelaraskan keamanan perdagangan dan memfasilitasi perdagangan global dalam menanggapi peningkatan langkah keselamatan perdagangan pasca-9/11.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, serahkan sertifikat Authorized Economic Operator (AEO) pada Presiden Direktur PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Bong Kyu Lee, Jumat 7 Juni 2024).

Hal ini termasuk importir, eksportir, forwarder, operator gudang, dan Perusahaan Penyedia Jasa Kepabeanan (PPJK) yang telah diakui  otoritas bea cukai karena keandalan dan keamanan mereka dalam menangani barang.

Untuk menerima penunjukan AEO, perusahaan harus menunjukkan kepatuhan luar biasa terhadap peraturan bea cukai, solvabilitas keuangan, dan kemampuan mempertahankan standar keamanan tinggi dalam operasi mereka.

Dengan memperoleh sertifikasi AEO, HMMI mendapat keuntungan dari pemrosesan bea cukai dipercepat, pengecualian dari pemeriksaan bea cukai tertentu, dan berbagai keuntungan lain yang diakui.

Seremoni penyerahan sertifikasi AEO digelar di Kantor Ditjen Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat 7 Juni 2024.

Sertifikasi ini tidak hanya memperlancar prosedur bea cukai, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra andal di panggung global. Manfaatnya, HMMI bisa membangun fondasi kuat pertumbuhan dan kesuksesan berkelanjutan di lingkungan perdagangan internasional yang berkembang di sektor ekspor maupun impor.

“Saat ini pabrik Hyundai beroperasi di Indonesia untuk memproduksi kendaraan dan memenuhi pasokan ke berbagai negara bukan hanya di region Asia Pasifik, namun ke Kawasan Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Selatan, Tengah dan Utara. Sertifikasi AEO ini menjamin distribusi ekspor kami ke negara-negara destinasi,” pungkas Lee Bong Kyu.

HMMI kini mengekspor kendaraan dalam kondisi terakit utuh (Completely Built Up – CBU), terurai  utuh (Disassemble Knocked Down-DKD), serta komponen belum dirakit (Completely Knocked Down) sesuai kebutuhan masing-masing pasar. Sertifikasi AEO akan menjaga efektivitas distribusi sehingga menjamin kepuasan pelanggan.

- Advertisement -