NMAA News – Salah satu mobil kompak Italia yang punya legenda dan karisma, yakni Fiat Topolino kini kembali bangkit dengan versi elektrifikasi atau berpenggerak motor listrik yang ditenagai baterai.
Bahkan kebangkitan mobil mini Fiat yang menggemaskan dengan daya 8 hp dan kecepatan maksimal 28 mph ini akan memasuki pasar otomotif yang ketat di Amerika Serikat.
Melihat sosok Topolino, mengingatkan kita pada kejayaan mobil Kei Jepang yang hingga kini memiliki banyak penggemarnya. Kei-car hadir dengan desain sangat kompak dan ringan.

Kei-car memang dirancang untuk memenuhi peraturan “kei” unik Jepang. Yang mana membatasi kapasitas mesin, dimensi eksterior, dan daya keluaran agar efisien, terjangkau, dan ramah di kota.
Belum lama ini, karisma ei-car bahkan menarik perhatian Presiden AS Donald Trump yang turut memuji mobil mungil ini. Katanya, mobil ini ‘sangat imut’. Pernyataan ini dilontarkan saat dirinya bertemu dengan sejumlah petinggi pabrikan otomotif.
Di antara mereka yang hadir pada pertemuan tersebut, yakni CEO Stellantis Antonio Filosa, Boss Ford Jim Farley, CEO Tesla Elon Musk, dan Mary Barra dari GM.
Menariknya, Trump mengatakan bahwa ia telah memberi perintah ke Menteri Transportasi AS Sean Duffy untuk mengizinkan produksi dan penggunaan mobil “mikro” Kei tersebut di Amerika.

Ternyata, perintah Trump berlanjut. Kabar terakghir seperti yang dilansir dari Stellantis dan disadur CNBC, kalau ada konfirmasi layak dipercaya bahwa Fiat Topolino berukuran kecil tersebut akan segera hadir di pasar otomotif Amerika Serikat.
Hal ini turut dikuatkan pernyataan juru bicara Stellantis. Bahwa pengumuman Fiat tidak terkait dengan komentar Trump baru-baru ini, kenyataannya adalah hal itu tidak penting. Yang penting adalah ini mungkin pihaknya akan membuka pasar baru di Amerika.
Pengumuman tersebut disampaikan di Miami Art Week, di mana CEO Fiat Olivier Francois umumkan Topolino EV (kendaraan listrik) untuk AS. Jelas, keputusan ini akan menambah portofolio Fiat di AS. Saat ini, baru mobil kota listrik 500e dijual di negara tersebut.
Topolino secara harfiah bahasa Italia berarti “tikus kecil”. Model ini sebenarnya berbagi platform dan rebadge dari Citroen Ami. Fakta menariknya, mobil ini bahkan tidak bersertifikasi sebagai mobil sungguhan, melainkan sebagai “quadricycle” listrik.
Topolino EV berdimensi mungil. Panjangnya hanya 99,6 inci (2.529 mm). Lebar 55,12 inci (1.400 mm). Topolino jadi salah satu mobil terkecil yang ada. Bahkan, di beberapa negara Eropa, seperti Jerman, mobil ini dapat dikendarai anak berusia 15 tahun.

Mobil ini ditenagai baterai 5,4 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 46 mil (75 km) menurut standar WLTP.
Pengisian daya dari kosong hingga penuh hanya butuh waktu sekitar 4 jam menggunakan stopkontak konvensional (meskipun itu pada tegangan 240 volt).
Motor listrik 8 tenaga kuda (6 kW) ini mampu merengkuh kecepatan 28 mph (45 kpj). Kecepatan tersebut mungkin tidak terlalu tinggi untuk jalanan di AS. Bahkan layak diperdebatkan, mungkin ada potensi masalah melegalkan mobil ini di jalan raya Amerika.
Namun, inilah yang membuat semuanya menarik. Karena ukurannya, Topolino tidak perlu melewati standar ketat Program Penilaian Mobil Baru Eropa (NCAP), yang dapat membantu Fiat menghindari beberapa peraturan di AS.
Fiat bahkan mungkin mempertimbangkan memasukkannya ke kategori Kendaraan Kecepatan Rendah. Sehingga Stellantis dapat memasarkan Topolino sebagai alternatif mewah kendaraan seperti golf car.

Selain itu, Fiat mungkin akan melakukan strategi lain agar Topolino EV ini bisa beroperasi di jalanan umum seperti kendaraan lainnya.
Salah satunya, mengklasifikasikannya serupa UTV di beberapa tempat yang mengizinkan jenis kendaraan ini digunakan di jalan umum.
Fiat menyatakan, mereka terinspirasi membawa Topolino ke Amerika setelah uji tur keliling negara dengan mobil tersebut untuk menilai antusiasme konsumen. Selanjutnya, beranikan diri tampil di pameran mobil New York dan Los Angeles 2025, serta Greenwich Concours d’Elegance.
Tentunya, ini menjadi angin segar grup Stellantis untuk bangkit. Mengingat di tahun lalu hanya mampu menjual 1.528 kendaraan di AS. Ini penurunan drastis dari sekitar 44.000 unit pada 2012 yang merupakan penjualan sukses pertamanya.
Namun, AS adalah pasar sulit ditembus, karena model truk besar dan SUV mendominasi. Eksistensi mobil kecil dan kompak seringkali kesulitan mendapat pembeli. Namun, ada satu hal yang bisa menguntungkan Topolino, yakni harganya yang bikin gemas.
Di Eropa, mobil listrik ini dijual seharga €9.900. Setara sekitar $11.500 dengan nilai mata uang saat ini. Jika Fiat berhasil pertahankan harga terjangkau sama di Amerika Serikat, dan memperbaiki rekam jejak penjualan mobil listriknya yang buruk, mungkin saja akan berhasil.
Meskipun demikian, yang menarik adalah kemungkinan terbukanya pasar otomotif baru untuk Fiat di Amerika, ini jelas menguntungkan Stellantis!


