NMAA News – Guangzhou Automobile Group (GAC) umumkan diri siap memasuki pasar kendaraan listrik Jepang pada 2026. Langkah ini menandai fase penting dalam ekspansi global GAC menuju salah satu pasar otomotif dengan standar kualitas paling ketat dan kompetitif di dunia.
Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi GAC, dengan AION V dan AION UT tampil sebagai dua model yang memperkuat kehadiran perusahaan di segmen kendaraan listrik nasional.

AION V mendapat sambutan luas dari konsumen dan industri, dibuktikan melalui berbagai penghargaan seperti Kendaraan Listrik Terpopuler di Disway Awards 2025 berdasarkan survei nasional lintas sektor.
Sebelumnya mendapat pengakuan termasuk The Most Inspiring SUV, Ready for Adventure – Family Car Recommendation, dan An Eco-Friendly and Advanced-Technology SUV Icon.
Dengan harga di kisaran Rp449 juta hingga Rp489 juta, AION V tempatkan dirinya sebagai SUV listrik kompetitif sekaligus bernilai tinggi di kelasnya.
AION UT juga tunjukkan performa positif sejak diluncurkan. Model ini meraih gelar Most Inspiring EV Hatchback of the Year pada Indonesia Automotive Awards 2025 dan dinobatkan sebagai Most Driven EV di GIIAS 2025.

Dengan harga mulai sekitar Rp325 juta hingga Rp363 juta, AION UT memperkuat daya tarik GAC di segmen EV kompak.
Reputasinya semakin diperkuat melalui eksposur di berbagai panggung internasional, termasuk Milan Design Week 2025 di Italia dan International Automotive & Supply Chain Expo 2025 di Hong Kong.
Ekspansi GAC ke Jepang tunjukkan kesiapan perusahaan hadapi standar regulasi detail dan komprehensif.
Termasuk aspek keselamatan, efisiensi energi, serta keandalan jangka panjang sebagaii ciri khas pasar Jepang.
Dengan membawa AION UT dan AION V, GAC menegaskan kepercayaan terhadap kualitas kendaraan yang teruji di berbagai pasar, termasuk Indonesia.
Sebagai bagian upaya tersebut, GAC targetkan penjualan awal sekitar 200 unit pada 2026. Target ini diproyeksikan meningkat hingga 2.000 unit pada 2027. Seiring perluasan jaringan layanan dan pembentukan ekosistem pengguna kendaraan listrik di Jepang.
Langkah ini diharapkan memperkuat posisi GAC sebagai pemain penting transisi mobilitas berkelanjutan di kawasan Asia Timur.


