Begini Kiat Aman dan Nyaman Versi Michelin untuk Mudik Lebaran

0
- Advertisement -

NMAA Tips – Saat ini Indonesia memasuki bulan Ramadhan yang akan diikuti ritual tahunan pulang kampung atau akrab disebut mudik lebaran. Aktivitas rutin masyrakat Indonesia ini tentunya bakal menempuh jarak cukup jauh dengan mobil atau motor.

Untuk itu, kondisi teknis kendaraan wajib dalam kondisi prima. Terutama menyangkut sektor kaki-kaki, terlebih perangkat ban yang berkontak langsung dengan permukaan aspal jalanan.

Karena itu, Michelin Indonesia mengimbau masyarakat Indonesia yang akan melakukan ritual mudik lebaran yang sifatnya tahunan ini, agar jangan lupa mengecek kondisi ban mobil atau motor yang akan dibawa bepergian.

Alfons Abikaryono, Customer Engineering Support Michelin Indonesia

Terkait Ramadhan dan mudik lebaran, sebagai momen yang identik perjalanan jauh dan meningkatnya mobilitas masyarakat, Michelin Indonesia mengajak pengendara lebih perhatikan kondisi kendaraan, khususnya ban sebagai komponen keselamatan krusial.

“Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan bersentuhan langsung dengan jalan. Karena itu, pastikan kondisi ban dalam keadaan optimal sebelum melakukan perjalanan jauh,” ujar Ichayut Kanittasoontorn, President Director Michelin Indonesia.

Dalam pengecekan kondisi ban, menurut Alfons Abikaryono, Customer Engineering Support Michelin Indonesia, ada beberapa hal perlu diperhatikan terkait kondisi fisik ban dan ekosistem yang pendukungnya terkait fungsi ban itu sendiri.

Cek tekanan angin ban, Foto: getty images

“Untuk awal yang bisa dilakukan sendiri yakni pastikan tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan. Periksa kedalaman tapak ban melalui threat wear indicator (TWI). Cek permukaan ban apakah ada benjolan atau retak rambut di tapak atau dinding ban,” jelas Alfons.

Untuk periksa tekanan angin ban, bisa manfaatkan alat tire pressure simpel yang banyak dijual bebas. Atau kalau mobil berteknologi kekinian, biasanya sudah ada fitur Tire Pressure Monitoring System (TPMS) yang menampilkan besaran tekanan angin ban di keempat roda.

Alfons menambahkan pentingnya pemilihan tipe/jenis ban dan ukuran yang tepat bagi kendaraan yang dipakai. Bagi pemakai velg racing berdiameter besar, upayakan pakai velg standar pabrikan dengan ban berprofil lebih tinggi.

Hindari pemakaian velg aftermarket berdiameter besar untuk dipakai mudik lebaran

“Kombinasi antara desain tapak, struktur ban, dan kualitas material sangat berperan menjaga daya cengkeram serta stabilitas kendaraan. Khususnya saat menghadapi berbagai kondisi jalan dan cuaca selama perjalanan jarak jauh,” urai Alfons.

Selanjutnya, imbuh Alfons, periksa semua permukaan ban, baik pada tapak maupun dinding bannya. Tingkat ketebalan pola tapak ban yang masih dalam batas toleransi, yakni maksimal rata dengan batas indikator TWI-nya.

“Apabila ditemui retak rambut/halus, pola pattern ban yang sudah mulai menipis, apalagi tanggal produksi sudah lewat dari dua tahun, lebih baik diganti saja sebelum melakukan perjalanan jauh,” imbuh Alfons.

Lakukan pemeriksaan kondisi ban di bengkel terpercaya

Alfons juga mengingatkan, biasanya kendaraan yang dipakai mudik itu sarat dan penuh akan barang bawaan. Sehingga bobot mobil bertambah, dan ban harus bekerja lebih keras dalam menopang beban, mengendalikan kendaraan, dan meredam setiap kondisi jalan.

Dalam kondisi bawa muatan berlebih, kata Alfons, ada baiknya tekanan angin ban justru ditambah sekitar 2-3 psi dari tekanan normal. Pasalnya, kalau tekanan angin kurang, maka ban akan cepat panas dalam menopang beban dan menyalurkan tenaga.

“Apabila suhu ban naik, maka akan melemahkan struktur konstruksi ban tersebut. Pada titik fatique tertentu, ban bisa meletus. Ini yang sangat berbahaya,” beber Alfons.

Alfons juga mengingatkan, selain faktor ban, kondisi komponen kaki-kaki atau suspensi juga wajib dalam kondisi normal dan kondusif performanya. “Coba cek komponen seperti balljoint, tierod hingga sokbreker, harus prima semua kondisinya. Kalau ada yang bermasalah, maka akan turut membebani kinerja ban juga,” tambah Alfons.

Terakhir Alfons mengingatkan, bahwa faktor ban sehat dapat secara signifikan meningkatkan keselamatan, terutama saat kendaraan membawa beban lebih banyak selama perjalanan mudik.

“Ingat, ban yang dirawat dan dikontrol dengan baik akan memberikan performa optimal sekaligus membantu efisiensi bahan bakar. Kalau memakai ban Michelin, terkait soal efisiensi bahan-bakar ini sudah kami terapkan sejak lama,” pungkas Alfons.

Jadi, sebelum mudik, pastikan ban Anda dalam kondisi optimal. Ban sehat untuk aman dan nyaman, serta efisien dalam operasionalnya saat diajak jalan jauh.

 

 

- Advertisement -