GAIKINDO Tegas: Pabrik Lokal Siap Produksi 400 Ribu Pick-Up per Tahun, Tak Perlu Impor?

0
- Advertisement -

NMAA News Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memastikan industri kendaraan bermotor nasional masih sangat mampu memenuhi kebutuhan kendaraan komersial dalam negeri, khususnya segmen pick-up.

Saat ini, GAIKINDO memiliki 61 perusahaan anggota dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan roda empat atau lebih per tahun.

Khusus untuk kendaraan komersial kelas menengah ke bawah seperti pick-up 4×2, kapasitas produksinya menembus lebih dari 400.000 unit per tahun. Sayangnya, angka tersebut diakui belum termanfaatkan secara optimal.

Produksi kendaraan pick-up nasional ditopang sejumlah agen pemegang merek dan produsen besar, di antaranya PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, serta PT Astra Daihatsu Motor.

Mayoritas kendaraan yang diproduksi merupakan model penggerak 4×2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Artinya, kontribusi industri komponen lokal dalam setiap unit kendaraan tergolong signifikan.

Tak hanya mampu memenuhi kebutuhan distribusi logistik hingga pelosok daerah, kendaraan komersial nasional juga ditopang jaringan layanan purna jual yang luas.

Sementara untuk model penggerak 4×4, industri dalam negeri dinyatakan sanggup memproduksi, meski membutuhkan waktu persiapan tambahan.

Industri otomotif sendiri menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja di seluruh ekosistemnya, mulai dari manufaktur, komponen, distribusi hingga layanan purna jual.

Di tengah tekanan pasar domestik yang dalam beberapa tahun terakhir mencatat penjualan di bawah 1 juta unit per tahun, ekspor justru menunjukkan performa positif dengan capaian lebih dari 518.000 unit ke 93 negara.

Menanggapi rencana impor kendaraan dari India, Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa industri nasional sebenarnya memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Menurutnya, selain anggota GAIKINDO, industri komponen yang tergabung dalam Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM) juga siap mendukung. Namun, diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriteria kendaraan yang dibutuhkan bisa dipenuhi sesuai spesifikasi.

Putu Juli menambahkan, jika industri dalam negeri diberi kesempatan, optimalisasi kapasitas produksi dapat tercapai sekaligus menghindari potensi pengurangan tenaga kerja akibat lemahnya permintaan pasar domestik dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan kapasitas yang tersedia dan dukungan ekosistem industri yang kuat, GAIKINDO optimistis kendaraan komersial untuk kebutuhan nasional dapat diproduksi oleh tangan-tangan industri Indonesia sendiri.

- Advertisement -