NMAA News – Mudik lebaran identik dengan keriuhan dan kepadatan selama perjalanan menuju kampung halaman. Kemacetan panjang dan antri dimana-mana menjadi ciri khas ritual tahunan masyarakat Indonesia ini.
Di sisi lain, kondisi tersebut kadang membuat banyak masyarakat mencari kendaraan yang andal, irit konsumsi bahan bakar, harga bersahabat, dan pastinya punya fitur kenyamanan lebih.
Periode mudik Lebaran yang semakin dekat ini juga akhirnya mengalihkan perhatian masyarakat pada kesiapan kendaraan untuk perjalanan lintas provinsi dengan durasi panjang dan kondisi lalu lintas sulit diprediksi.

Saat ini, paralel dengan perkembangan teknologi kendaraan, kendaraan elektrifikasi dan ramah lingkungan menjadi kebutuhan utama mereka yang sering bepergian. Varian hybrid dinilai menjadi solusi yang paling tepat.
Pasalnya, kebutuhannya pengguna yang mudik, tentnunya menyangkut pada aspek hemat bensin, fleksibel tanpa harus sering antre di SPKLU, serta tetap nyaman di tengah kemacetan. Sehingga membuat teknologi hybrid generasi baru semakin relevan.
Terkait hal tersebut, Jaecoo memiliki varian produk yang mampu menjawab tantangan tersebut. Teknologi Super Hybrid System (SHS) pada lini SUV elektrifikasinya, bikin Jaecoo SHS jadi solusi praktis mudik tetap tenang tanpa khawatir kehabisan daya (range anxiety).

Apalagi mengingat karakter mudik di Indonesia identik kombinasi tol Trans Jawa maupun Sumatera, kemacetan panjang di arteri, serta jalur menanjak dengan ritme berkendara yang berubah-ubah.
Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto, menekankan, sistem SHS dirancang untuk menyesuaikan penggunaan mesin dan motor listrik secara otomatis sesuai kondisi jalan.
“Pola kerja adaptif ini membantu kendaraan tetap responsif saat menyalip, namun tetap irit saat merayap di tengah kemacetan. Ini sangat pas untuk karakter mudik kita yang jaraknya bisa ratusan kilometer,” jelasnya.

Ryan menambahkan, ada tiga tips yang bisa dijadikan acuan masyarakat saat memilih kendaraan mudik berbasis teknologi hybrid.
Pertama, pilih sistem hybrid yang ‘pintar’ menyesuaikan kondisi jalan. Mudik di Indonesia artinya siap menghadapi segala medan, dari jalanan lancar hingga macet total berjam-jam.
Sistem SHS secara otomatis mengatur perpaduan mesin dan motor listrik agar tetap efisien tanpa pengemudi harus ribet menyeting manual.
Pendekatan ini tertanam pada Jaecoo J7 SHS-P dan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS yang memang difokuskan untuk ketangguhan harian maupun perjalanan luar kota.
Kedua, pastikan kendaraan punya jarak tempuh panjang dan fleksibilitas sumber tenaga. Kekhawatiran utama pemudik beralih ke elektrifikasi biasanya antrean di stasiun pengisian daya (charging station).
Dengan sistem SHS, kendaraan didukung mesin dan baterai sekaligus, sehingga perjalanan bisa terus lanjut tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ketersediaan colokan listrik di rest area. Ini membuat perencanaan rute mudik lebih simpel dan waktu perjalanan jadi lebih singkat.
Ketiga, manfaatkan fitur elektrifikasi fungsional dan aman untuk keluarga. Salah satu contohnya, fitur Vehicle to Load (V2L) mengubah mobil menjadi ‘powerbank raksasa’ berjalan.
Daya kendaraan bisa dipakai saat beristirahat di pinggir jalan untuk menyeduh kopi, menghangatkan makanan sahur/buka puasa, hingga mengisi daya gadget seluruh anggota keluarga. Fitur ini menjadi nilai tambah sangat relevan kebiasaan pemudik di Indonesia.

Selain urusan mesin, faktor keselamatan di jalur melelahkan juga jadi kunci. Jaecoo J7 SHS-P dan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS dilengkapi 19 fitur ADAS. Termasuk Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist yang membantu kaki pengemudi agar tidak cepat pegal saat macet.
Untuk kenyamanan keluarga, J8 SHS-P ARDIS menghadirkan fitur kursi pijat di penumpang depan dan audio premium. Sementara unit EV perdana Jaecoo, J5 EV menyediakan opsi hiburan karaoke serta bagasi luas untuk koper dan kardus oleh-oleh khas mudik.
Untuk optimalkan keamanan perjalanan konsumen, Jaecoo juga mengimbau pengecekan kendaraan di dealer resmi melalui pemindaian sistem elektronik dan mekanikal secara menyeluruh.

Tersedia program free atau discount 50% wheel alignment (S&K berlaku). Selama periode Lebaran, Jaecoo menyiagakan 14 Dealer Siaga di rute utama mudik, didukung layanan bantuan darurat 24 jam mencakup towing, bantuan bahan bakar, hingga layanan home service.
Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Januari 2026 menunjukkan, Jaecoo J5 EV sukses mencatat distribusi 1.942 unit. Selain SUV listrik terlaris, sekaligus bawa Jaecoo menembus peringkat 9 besar merek mobil terlaris nasional.
Saat ini, jaringan dealer Jaecoo telah beroperasi di 25 titik. Mulai dari Medan, kota besar di Jawa, hingga Makassar. Targetnya, berkembang menjadi 80 dealer pada akhir 2026 guna menjamin ketersediaan suku cadang bagi seluruh konsumen.


