Heboh! 40.000 Volvo EX30 Ditarik karena Risiko Overheating Baterai

0
Volvo EX30
- Advertisement -

NMAA News – Pabrikan otomotif asal Swedia, Volvo Cars, mengumumkan penarikan kembali (recall) lebih dari 40.000 unit SUV listrik Volvo EX30 secara global menyusul ditemukannya potensi masalah pada paket baterai yang dapat memicu risiko kebakaran.

Langkah ini menjadi salah satu recall terbesar Volvo di era elektrifikasi kendaraan penumpang modern.

Recall ini mencakup total 40.323 unit EX30 dari varian Single-Motor Extended Range dan Twin-Motor Performance yang diproduksi antara model tahun 2024 hingga 2026.

Penyebab Recall: Potensi Overheating Baterai

Menurut pernyataan resmi, penyebab recall berasal dari potensi panas berlebih pada sel baterai tegangan tinggi yang dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan overheating dan, dalam skenario terburuk, risiko kebakaran pada paket baterai kendaraan listrik tersebut.

Baterai yang bermasalah diproduksi oleh perusahaan patungan Shandong Geely Sunwoda Power Battery Co., yang terafiliasi dengan perusahaan induk Volvo, Geely.

Masalah tersebut pertama kali menjadi sorotan publik setelah sebuah unit Volvo EX30 dilaporkan terbakar di sebuah dealer di Brasil pada akhir 2025.

Volvo EX30 (foto: Car Magazine)

Langkah Sementara Pemilik EX30

Sebelum recall resmi diumumkan, Volvo telah memberikan instruksi sementara kepada pemilik kendaraan di lebih dari selusin negara, termasuk Amerika Serikat dan Australia. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Membatasi pengisian daya baterai maksimal 70% hingga perbaikan selesai dilakukan.
  • Memarkir kendaraan di luar ruangan, jauh dari bangunan dan area tertutup untuk mengurangi risiko bila terjadi insiden baterai.

Pembatasan tingkat pengisian ini berimbas pada jarak tempuh operasional harian kendaraan, sehingga beberapa pemilik melaporkan pengurangan efisiensi berkendara dari biasanya.

Perbaikan dan Biaya Recall

Volvo menegaskan bahwa penggantian modul baterai yang terdampak akan dilakukan secara gratis bagi semua unit yang termasuk dalam recall. Pemasok baterai telah mengklaim telah mengatasi cacat manufaktur dan akan menyediakan sel baterai baru untuk penggantian.

Namun, analis industri memperkirakan bahwa biaya penggantian baterai saja bisa mencapai sekitar USD 195 juta (setara dengan triliunan rupiah), belum termasuk biaya logistik dan tenaga kerja.

Dampak pada Reputasi dan Pasar EV

Recall ini menjadi ujian besar bagi Volvo, terutama karena reputasi merek ini dibangun kuat pada aspek keselamatan kendaraan. Sebagai salah satu model kunci dalam strategi electric vehicle Volvo untuk bersaing di pasar EV global yang semakin kompetitif, masalah baterai ini dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen.

Selain itu, penarikan ini juga berdampak pada pergerakan saham perusahaan, yang sempat mengalami penurunan setelah publikasi berita recall secara internasional.

- Advertisement -