NMAA News – Upaya mempercepat transformasi transportasi publik menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, operator transportasi, serta masyarakat.
Memperkuat sinergi tersebut, KALISTA menggelar forum dialog bertajuk “Bincang Bus Listrik Medan #BerbagiUntukSemua”. Giat ini pertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran implementasi bus listrik dalam layanan Bus Rapid Transit (BRT) Medan.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas satu tahun perjalanan operasional BRT Medan berbasis bus listrik yang telah menunjukkan dampak nyata bagi sistem transportasi perkotaan.

Selama periode Januari hingga Desember 2025, armada bus listrik dalam layanan BRT Medan menempuh lebih dari 3.900.000-kilometer perjalanan, melayani lebih dari 2.700.000 penumpang, serta berkontribusi pengurangan emisi hingga 28% dibanding transportasi publik konvensional.
Forum Bincang Bus Listrik Medan jadi ruang diskusi terbuka berbagai pihak untuk membahas performa operasional layanan ini, sekaligus identifikasi tantangan dan peluang pengembangan transportasi publik listrik di kota Medan.
Albert Aulia Ilyas selaku Direktur Utama KALISTA, menjelaskan forum ini merupakan bagian komitmen perusahaan membangun ekosistem kendaraan listrik yang kolaboratif dan berkelanjutan.
“Transformasi menuju transportasi publik listrik tidak hanya teknologi kendaraan, tetapi juga tentang membangun ekosistem melibatkan banyak pihak. Melalui forum ini, kami ingin buka ruang dialog antara pemerintah, operator, industri, dan masyarakat berbagi pengalaman serta pembelajaran implementasi bus listrik di Medan,” ujar Albert.

Rangkaian acara #BerbagiUntukSemua terdiri dari pemaparan kinerja operasional bus listrik, sesi Bincang Bus Listrik, serta forum diskusi dua arah antara pemangku kepentingan dan penumpang Bus Listrik BRT Medan.
Acara ini menargetkan kehadiran berbagai pihak yang berperan dalam pengembangan layanan BRT Medan. Mulai pemerintah daerah, operator transportasi, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat pengguna transportasi publik.
Talk show dalam forum ini mengangkat tema “100% Transportasi Listrik, Dampak Nyata untuk Semua”, dengan fokus pada beberapa topik utama, antara lain:
1. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam implementasi Bus Listrik BRT Medan
2. Pengalaman operasional sejak awal layanan, termasuk bagaimana armada bus listrik tetap beroperasi di tengah banjir selama tiga hari melalui koordinasi cepat antara operator, tim teknis, dan berbagai pihak tanpa mengalami kerusakan.
3. Peran aktif, masukan, serta harapan masyarakat Medan dalam meningkatkan kualitas layanan Bus Listrik BRT Medan
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, S.SiT., MT menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang modern dan ramah lingkungan.
“Pengembangan transportasi publik berkelanjutan butuh dukungan berbagai pihak. Kolaborasi pemerintah, operator transportasi, dan sektor swasta menjadi kunci dalam pastikan layanan Bus Listrik BRT Medan terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Suriono.

Ia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat melalui masukan dan pengalaman sebagai pengguna transportasi publik menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Kota Medan ke depan.
Melalui forum ini, seluruh pihak yang terlibat dalam implementasi bus listrik di Medan juga berbagi pengalaman mengenai performa operasional selama satu tahun terakhir, termasuk berbagai pembelajaran dan tantangan di balik implementasi yang berhasil diatasi melalui kolaborasi lintas sektor.
Ke depan, KALISTA berharap inisiatif #BerbagiUntukSemua dapat menjadi platform berkelanjutan yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat mempercepat adopsi transportasi publik listrik di berbagai kota di Indonesia.


