NMAA News – Mobil listrik dan hybrid kini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik portabel berkat hadirnya fitur Vehicle to Load (V2L). Teknologi ini memungkinkan energi yang tersimpan di baterai kendaraan dialirkan ke berbagai perangkat elektronik, sehingga sangat berguna saat berkemah, bekerja di luar ruangan, hingga ketika terjadi pemadaman listrik.
Seiring semakin banyaknya kendaraan elektrifikasi yang dipasarkan di Indonesia, fitur V2L mulai menjadi salah satu teknologi yang menarik perhatian konsumen. Selain memberikan nilai tambah dari sisi fungsionalitas, fitur ini juga menjadi solusi praktis untuk menyediakan pasokan listrik tanpa perlu menggunakan genset.
Salah satu model yang telah mengadopsi teknologi tersebut adalah Chery Tiggo 9 CSH. SUV hybrid tujuh penumpang ini memiliki fitur V2L yang memungkinkan kendaraan menyuplai listrik ke berbagai peralatan rumah tangga maupun perlengkapan outdoor.
Dalam demonstrasi yang dilakukan Chery, Tiggo 9 CSH mampu menjadi sumber listrik untuk berbagai perangkat elektronik seperti dispenser, rice cooker, kipas angin, televisi, mesin kopi hingga kompor listrik. Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan tidak hanya berfungsi sebagai alat mobilitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi cadangan ketika dibutuhkan.

Kemampuan tersebut menjadi nilai tambah, terutama saat terjadi pemadaman listrik di rumah. Selama kapasitas baterai masih mencukupi, pengguna tetap dapat menyalakan berbagai peralatan elektronik penting sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Selain kondisi darurat, fitur V2L juga cocok digunakan untuk aktivitas luar ruangan seperti camping, piknik, overlanding maupun kegiatan komunitas otomotif. Pengguna dapat memanfaatkan listrik dari kendaraan untuk menyalakan lampu, speaker, proyektor, mengisi daya laptop, drone maupun smartphone tanpa harus membawa generator tambahan.
Cara Menggunakan Fitur V2L
Penggunaan fitur V2L relatif sederhana. Pertama, pastikan kendaraan berada dalam posisi parkir dan baterai memiliki kapasitas yang cukup.
Selanjutnya, sambungkan adaptor V2L ke port pengisian daya kendaraan. Setelah adaptor terpasang, hubungkan perangkat elektronik yang ingin digunakan ke soket listrik pada adaptor tersebut.
Beberapa kendaraan juga memungkinkan pengguna mengatur batas minimal kapasitas baterai melalui sistem infotainment. Setelah fitur V2L diaktifkan, listrik akan langsung mengalir ke perangkat yang terhubung. Setelah selesai digunakan, matikan fitur V2L terlebih dahulu sebelum melepaskan adaptor.

Tetap Perhatikan Batas Daya
Meski praktis, penggunaan V2L harus tetap memperhatikan kapasitas output listrik kendaraan. Setiap mobil memiliki batas daya maksimum yang dapat disalurkan, sehingga pengguna perlu memastikan total konsumsi listrik perangkat tidak melebihi kemampuan sistem.
Selain itu, disarankan untuk tidak menguras baterai kendaraan hingga habis. Menyisakan daya baterai dalam jumlah tertentu penting agar mobil tetap dapat digunakan untuk berkendara setelah fungsi V2L selesai dimanfaatkan. Pada beberapa model, sistem bahkan akan menghentikan penyaluran listrik secara otomatis ketika kapasitas baterai mencapai batas minimum yang telah ditentukan.
Dengan semakin berkembangnya teknologi kendaraan elektrifikasi di Indonesia, fitur V2L diperkirakan akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi calon konsumen. Tidak hanya memberikan fleksibilitas dalam berbagai aktivitas luar ruang, teknologi ini juga menghadirkan rasa aman karena mobil dapat berfungsi sebagai sumber listrik cadangan saat situasi darurat.


