Terimbas Covid-19, McLaren Alami Kerugian Hingga Jual Kantornya di Inggris

0
Foto: autoblog
- Advertisement -

NMAA News – Pandemi Covid-19 berdampak terhadap aktivitas ekonomi, sejumlah pabrikan harus memikirkan langkah taktis dan strategis. Bagaimanapun supaya dapat beradaptasi dengan sejumlah perubahan.

Seperti yang dilakukan pabrikan supercar  asal Inggris, McLaren. Setelah mengalami rentetan kerugian karena menurunnya pendapatan secara drastis, mereka akhirnya terpaksa menjual kantor, markas, sekaligus pusat pengembangan teknologi dan perakitan mobil mereka di Woking, akhir April lalu.

Dikutip dari laman autoblog, McLaren melepas kantor pusatnya tersebut dengan harga yang fantastis, senilai 170 juta poundsterling atau setara Rp 3,3 triliun. Pembeli kantor pusat McLaren ialah GNL, perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang investasi real estate.

Foto: mclaren.com

Angka fantastis tersebut terbilang wajar. Lantaran, markas besar McLaren di Inggris itu merupakan bangunan yang dikenal ikonik di industri otomotif.

Diketahui, markas McLaren dibangun pada 2004 silam memiliki nilai seni tinggi dalam hal desain dan kaya teknologi canggih. Disebutkan kalau bangunan ini memiliki teknologi yang bisa membersihkan sendiri atapnya. Selain itu juga terdapat danau-danau yang berfungsi sebagai pendingin.

Foto: mclaren.com

Pabrikan supercar tersebut diketahui memang membutuhkan suntikan dana untuk bisnisnya yang lesu imbas pandemi Covid-19. Pada Mei 2020, McLaren terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 800 karyawan.

Meski McLaren sudah menjual markas besarnya, tetapi mereka masih bisa menggunakan fasilitas tersebut hingga 20 tahun ke depan. Di lokasi tersebut tim McLaren yang berlaga di Formula 1 telah berulang kali melakukan peluncuran mobil baru.

- Advertisement -