Kenali Penyebab Body Roll, Mobil Terasa Limbung Saat Menikung

0
- Advertisement -

NMAA News – Berkendara dengan mobil tentu harus mengenal seluk-beluk kendaraan. Hal ini bertujuan agar pengemudi mampu menangani permasalahan mobil dengan baik sehingga berkendara tetap aman dan nyaman.

Salah satu hal yang wajib diketahui Nissan Lovers adalah istilah body roll, atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai limbung. Body roll merupakan salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi pada pengendara mobil.

Lalu, apa itu body roll? Serta mengapa mobil dapat mengalami hal tersebut?

Mengutip dari laman nissan.co.id, body roll merupakan momen saat mobil terasa miring ketika sedang berada di tikungan. Saat mobil mulai berbelok, berat mobil seakan terlempar keluar tikungan sehingga mobil terguling kearah sebaliknya. Bila Anda berbelok ke kiri, maka mobil akan terpental ke kanan, begitu juga sebaliknya.

Kondisi body roll sebenarnya lebih terasa ketika Anda mengendarai mobil dengan bodi tinggi dalam kecepatan berbelok yang cukup tinggi pula. Mobil jenis SUV dan minibus adalah yang paling sering mengalami kejadian ini.

Body roll sebenarnya terjadi akibat gaya yang disebut gaya sentrifugal. Gaya yang sama sebenarnya terjadi pada sistem pengering pada mesin cuci yang mengeringkan baju basah dengan cara memutar. Semakin cepat perputaran mesin, maka semakin banyak air yang terlempar dari baju.

Gaya tersebut terjadi ketika Anda membelokkan mobil dengan kecepatan tinggi. Bobot bodi mobil serta arah pergerakannya ketika menikung menjadi sumber gaya sentrifugal. Semakin besar kecepatan mobil, maka semakin besar pula gaya yang mendorong Anda ke luar tikungan.

 

Pada dasarnya hal tersebut bisa ditopang oleh sistem suspensi mobil yang terdapat pada setiap roda. Namun ketika gaya yang dihasilkan lebih besar dari kemampuan suspensi menyerap gaya, bukan tidak mungkin mobil akan terguling dan akhirnya celaka.

Umumnya, semakin tinggi bodi mobil yang dikendarai, maka potensi terjadinya body roll juga semakin besar. Hal ini tentu saja sangat berbahaya bagi para pengendara yang kurang mengenali kondisi ini.

- Advertisement -