Mampu Kurangi Efek Turbo Lag, Begini Cara Kerja Teknologi Turbo VGT

0
Foto: howdoescarworks
- Advertisement -

NMAA News – Mobil berkapasitas mesin kecil masih banyak diminati. Namun seiring berjalannya waktu, para insinyur otomotif mulai mencari solusi seiring banyaknya keinginan para konsumen yang mengidamkan mesin bertenaga. Sebab, terkadang mesin bawaan dirasa kurang berpeforma pada putaran rpm tertentu.

Salah satu solusinya yaitu memasang komponen turbo dengan tujuan dapat mendongkrak tenaga mesin kapasitas kecil menjadi lebih besar. Bahkan bisa menyamai mesin bertenaga besar yang tidak memiliki turbo.

Menyoal perkembangan teknologi Variable Turbine Geometry (VGT) merupakan teknologi turbo paling baru saat ini. Teknologi terbaru turbo menggunakan baling-baling variabel untuk mengontrol aliran gas buang terhadap bilah turbin. Hadirnya teknologi ini berangkat dari masalah turbo yang belum bekerja optimal di putaran bawah atau disebut turbo lag. 

Variable Turbine Geometry juga dikenal sebagai Variable Geometry Turbocharger (VGT), atau Variable Nozzle Turbine (VNT)

Turbocharger jenis Variable Turbine Geometry memiliki baling-baling kecil yang dapat mengarahkan aliran gas buang ke bilah turbin. Sudut baling-baling disesuaikan melalui aktuator. Sudut baling-baling bervariasi di seluruh rentang rpmmesin untuk mengoptimalkan kerja turbin.

Cara kerjanya dimulai dari baling-baling sudut yang dapat mengoptimalkan boost di rpm rendah. Ketika arah aliran gas buang berada di sudut yang hampir tertutup.

Kemudian lintasan sempit yang harus dilalui gas buang mempercepatnya menuju bilah turbin, dengan demikian membuatnya berputar lebih cepat. Sudut baling-baling juga mengarahkan gas untuk mengenai bilah pada sudut yang tepat.

Berikutnya adalah bagaimana baling-baling VGT terlihat terbuka. Contoh mobil bermesin diesel yang menggunakan teknologi VGT Turbo ini yakni; Mitsubishi Pajero Sport, Chevrolet Trailblazer, Toyota Fortuner dan Hyundai Santa Fe.

Aliran gas buang mulai dihasilkan ketika baling-baling turbin variabel terbuka penuh. Terlebih pada kecepatan engine tinggi sepenuhnya diarahkan ke bilah turbin oleh baling-baling variabel.

Menurut Paultan, Variable Turbine Geometry telah digunakan secara luas di mesin turbodiesel sejak 1990-an, tetapi belum pernah diterapkan pada mobil bermesin bensin dengan turbo.

Alasannya karena gas buang mesin bensin jauh lebih panas daripada gas buang mesin diesel, jadi umumnya bahan yang digunakan untuk membuat turbin VTG tidak tahan dengan panas.

Mending Mana, VGT atau VNT?

Penggantian turbo berjenis VGT maupun VNT tentunya diikuti dengan ubahan parts khusus . Semisal memasangkan intercooler, wiring dan ECU, juga air scoop. Secara anggaran, pemilik mobil yang ingin memasang peranti satu ini diprediksikan mencapai hampir Rp 100 juta.

Semisal pada unit kendaraan SUV biasanya yang memerlukan komponen seperti unit turbo, ECU mesin dan transmisi plus 3 buah wiring harness untuk ECU tersebut. Selain itu, ada sejumlah penyesusaian yang mesti dilakukan. Bisa saja perbandingan gigi rasio disetel berbeda yang berefek pada peningkatan tenaga atau malah terjadi penurunan. Lebih jauh, disesuaikan kembali dengan keperluan barang dan penyetelan turbocharger.

- Advertisement -