Ini Akibatnya Jika Memakai Bahan Bakar Tidak Sesuai Rekomendasi Pabrikan

0
- Advertisement -

NMAA News – Sejumlah SPBU di Tanah Air mulai menerapkan pembelian BBM Pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina. Langkah tersebut dilakukan pemerintah untuk membatasi kendaraan dengan spesifikasi tertentu tidak menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan rendah yakni RON90 seperti Pertalite.

Sejalan hal tersebut, sejumlah pabrikan menyarankan agar para pemilik kendaraan menggunakan bahan bakar dengan standar RON92 seperti Pertamax.Salah satunya Toyota dengan teknologi katup variable ganda atau Dual VVT-i yang diklaim butuh kualitas bahan bakar sesuai agar kerja mesin lebih optimal saat digunakan.

Di sisi lain, kendaraan yang dipasarkan saat ini termasuk Toyota juga memiliki rasio kompresi yang cukup tinggi. Bahkan untuk kendaraan Low Cost Green Car seperti Agya memiliki rasio kompresi di atas 10;1 dengan rekomendasi penggunaan bahan bakar RON92.

Sementara itu, Auto2000 yang menyediakan layanan sales dan aftersales untuk konsumen Toyota menjelaskan bahwa BBM yang tidak sesuai akan membuat mesin tidak bekerja secara maksimal. Salah satu faktor paling berpengaruh ialah sifat BBM oktan rendah yang jika digunakan pada kendaraan baru Toyota bisa terbakar sebelum busi memercikkan api sesuai siklusnya. Jika  menggunakan BBM oktan rendah, tidak hanya kerja mesin yang kurang maksimal tetapi juga berpengaruh pada BBM tidak efisien dan gangguan mesin seperti knocking.


“Penggunaan bensin sesuai rekomendasi pabrikan penting bagi kendaraan agar bekerja optimal. Mesin prima dan efisien membuat tenaganya dapat disalurkan mudah dan menjaga konsumsi bensin tetap irit, dan menghindari masalah pada mesin di kemudian hari,” kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000.

Selain memakai bahan bakar sesuai kebutuhan, konsumen juga bisa menjaga kondisi mesin dengan servis berkala secara teratur setiap 6 bulan sekali. Saat melakukan servis berkala, setelan ECU mesin akan diatur agar bekerja seideal mungkin guna menjaga efisiensi mesin.

Selain itu seluruh komponen pendukung seperti filter-filter mesin, busi, dan onderdil lainnya akan dibersihkan dan diganti jika sudah tidak layak pakai atau waktunya diganti. Tahapan uji emisi gas buang juga akan dijalankan sebagai indikator pendukung apakah kondisi mesin sudah prima atau butuh perawatan khusus.

Berbagai cara dapat dilakukan tiap konsumen agar mendapat pemahaman penggunaan bahan bakar yang sesuai kebutuhan. Salah satunya, bisa melihat buku manual kendaraan dan berkonsultasi dengan sejumlah teknisi di bengkel resmi.

- Advertisement -