NMAA News – Nissan Skyline ER34 memulai hidupnya sebagai sedan empat pintu atau bisa juga disebut notchback jika melihat ke bagian belakang.
Meski punya tampilan hampir mirip dengan GT-R R34, jika mengamati lebih dekat ada banyak perbedaan dibanding versi sport performa tersebut.
Populasinya di Jepang pun terbilang jarang ditemui. Terlebih lagi, para car enthusiast kebanyakan tentunya mengincar varian GT-R.
Menurut kacamata car enthusiast asal Amerika Utara, Rodney Moenadi Skyline ER34 mendatangkan tantangan tersendiri baginya.
Model keluaran 1998 ini dikonsepkan agar tidak berkiblat ke GT-R. Terlebih lagi, Drifter profesionel Jepang Ken Nomura punya pandangan serupa melihat potensi istimewa Skyline ER34 yang disalurkan melalui merek Uras.

Kepada punggawa tuningblog, Rodney mengungkap alasan modifikasi mobil ER34 dari awalnya jongkrok untuk dimodifikasi lebih berkonsep. Naluri seni Rodney seketika muncul saat menentukan warna Cheetah Gloss Berry Blue yang dia percayakan ke workshop repair body EVO Studios OC.
Bagian fender ‘digedor’ ulang supaya terlihat lebih curvy dengan memasang over fender custom belakang besutan Richard Rabe. Beberapa part tambahan di bagian bodi membuat Skyline ER34 makin sporty.
Misalnya kap mesin dari East Bear, dua buah fender depan Uras Type R, juga dipasang spoiler Uras GT Aero di sektor buritan. Penggantian lain diantaranya kaca spion, dan spoiler atap.

Sektor suspensi juga diperhatikan Rodney supaya dapat menikmati sensasi berkendara lebih menyenangkan. Ubahannya dimulai dari memasang suspensi gardan depan Nissan Silvia S14. Diikuti ubahan per sokbreker BC Racing S14, subframe bawah, dan busing poliuretan.
Harmonisasi bodi dipadukan dengan pemilihan roda dan ban berbeda. Untuk jalan raya, Rodney memasang velg Work XT7 ukuran 9,5×18 inci dibalut ban Falken RT615K dalam format 225/40 R18.
Sementara kalau ingin beradu cepat di sirkuit, ia memilih velg Gramlights 57DR ukuran 9,5×18 inci yang dipasangi ban Falken 660/245.

Dari dua setup roda, pastinya mulai terkuak kalau sektor tenaga sudah berganti dari dapur pacu bawaan RB25 berkapasitas 2500cc single turbo yang punya potensi tenaga 200 HP.
Mesin tersebut ditanggalkan demi memasang unit milik Nissan Silvia S14 berkode KA24DE. Kemudian dilengkapi racikan performa mengandalkan doping turbo merek Garret dan ubahan pada drivetrain.
Racikan baru di mesin KA24DE diklaim mampu melecut tenaga mencapai 369 HP dan torsi puncak 500 Nm. Limpahan tenaga mesin dihubungkan ke transmisi manual 5 percepatan milik Nissan 300 ZX untuk disalurkan ke penggerak roda belakang.
Puas menyentuh mesin, kemampuan pengereman ikut di-upgrade mengandalkan kaliper rem dan cakram Z32 bongkaran Nissan 300 ZX dilengkapi kampas rem StopTech untuk menjinakkan tenaga liarnya.

Begitu membuka pintu, pandangan langsung tertuju ke dua buah kursi bucket Bride Zeta III di baris terdepan dilengkapi sabuk pengaman empat titik Takata.
Ubahan lain di ruang kemudi terlihat dari hadirnya setir Sparco, customRoll, dan restorasi berbagai indikator mesin.


