Yuk, Kenali PCD dan Offset Velg. Yang harus diperhatikan tentang pengetahuan velg selain ukuran diameternya, adalah pengertian tentang PCD dan Offset. Buat beberapa orang, mungkin pengetahuan ini bisa saja terbalik, atau bahkan terlupa sama sekali. Padahal, syarat untuk mendapatkan konstruksi penyematan velg aftermarket yang baik, datang dari pentingnya ketepatan angka yang dipilih dari 2 item tersebut. Sebab selain berkaitan dengan penampilan, sisi keamanan dan keselamatan juga jadi poin pertimbangan tersendiri yang tak bisa dilupakan.

 

Bolt Pattern (PCD)

PCD

Ini bisa dipahami sebagai ukuran yang berkaitan dengan diameter pola baut roda, atau yang dikenal dengan nama lain PCD (pitch circle diameter). Pengukurannya dengan mengambil titik terlurus dari masing-masing lubang baut roda, sampai pada titik lubang baut roda di seberangnya dengan satuan milimeter (mm). “Tapi, kalo buat yang 5 baut, penarikan garis ukuran PCD-nya, ada di antara 2 titik lubang baut yang ada diseberang lubang baut roda yang ditarik ukurannya,” jelas Aldhy Siregar, punggawan Auto Wheels Gallery di bilangan Serpong, Tangerang Selatan. Dan banyaknya lubang tergantung dari bawaan mobil, biasanya 4, 5, 6, atau 8.

Untuk setiap mobil punya ukurannya sendiri-sendiri. Tetapi angka 100 mm adalah ukuran paling standar buat mobil-mobil kebanyakan. Tetapi harus dilihat pula, jenis dan varian mobil yang bersangkutan. Misalnya saja untuk mobil-mobil MPV dan light SUV, kebanyakan ber-PCD 114, 3 mm. Sedangkan sedan-sedan kecil dan hatchback macam New Datsun GO, Toyota Vios ataupun Honda Jazz, mempunyai ukuran PCD 100 mm. Selain itu ada pula angka 139,7 buat big SUV, atau 112 untuk semua mobil keluaran Mercedes-Benz dan 120 untuk beberapa produk BMW.

 

Offset

offset

Offset berkaitan dengan seberapa besar tekukan penampang/permukaan tengah velg yang ke luar ataupun ke dalam. Secara umum offset digambarkan dengan angka dan kode berjuluk ET di setiap bodi velg. Contohnya ET 25, ET 45, dan lain sebagainya. Semakin kecil angkanya, atau mendekati nol, maka penampang tengah velg makin celong ke dalam. Akibatnya velg jadi punya bibir yang lebar.

Jadi jika ada velg ber-offset 25 dan 35, maka yang berangka terkecil, mempunyai luas penampang bibir luar velg-nya besar. Sehingga, “Kalo dipasang, velg jadi makin keluar fender,” bilang Aldhy lagi. Sebaliknya, makin besar angkanya atau menjauhi angka nol, maka penampang tengahnya makin keluar dari bibir velg.

Dan untuk merubah aplikasi offset, bisa dijabani dengan sekedar memakai adaptor, hingga me-reserve velg sampai kondisi maksimalnya. Tapi ingat, ini hanya bisa dilakoni buat velg-velg berkonstruksi 2 sampai 3 pieces. Tapi harus pula diperhatikan keakuratan perhitungannya! Sebab efek buruknya, selain bisa bikin gesrot, mangkuk sokbreker dan dek dalam rawan tergerus roda. Akhirnya, kaki-kaki pun jadi rentan rusak dan jauh dari kesan nyaman.