Sistem pengereman memiliki fungsi krusial untuk memperlambat laju saat melakukan akselerasi, apalagi saat kecepatan tinggi. Bermasalah sedikit saja, berdampak serius. Dari berbagai permasalahan terkait sektor pengereman seperti rem blong atau rem terasa bergetar saat diinjak, kerap dialami para car enthusiast selama berkendara. Terlebih mobil yang dikendarai sudah melakukan upgrade di sektor dapur pacu. Untuk memaksimalkan performa berkendara biasanya upgrade di sektor pengereman kerap dilakukandengan mengaplikasikan Big Brake Kit (BBK).

Punggawa Automaxx Albert mengatakan, pada prinsipnya penggantian perangkat rem standar menjadi BBK harus memperhatikan spesifikasi dan peruntukan. ”Sebisa mungkin pilih BBK harus bolt on, apalagi kalau sudah upgrade mesin. Supaya pengereman lebih optimal,” ujar Albert kepada Tim NMAA Media belum lama ini.

Pentingnya memilih perangkat BBK, terang Albert sangat krusial. Dari satu set perangkat bold on sudah menyesuaikan dengan material dan tingkat elastisitas. Selain meningkatkan segi fungsional, hingga saat ini di Indonesia, opsi BBK mencirikan symbol dan status pemilik kendaraan. Tetapi tentunya yang terpenting bukan citra, akan tetapi lebih kepada fungsionalitas dari BBK itu sendiri.

BBk Brembo bbbm

Lantaran harga pasaran yang dibanderol cukup tinggi, sejumlah car enthusiast mencari opsi lain untuk dapat memasang perangkat pengereman ini. Seperti seperangkat BBK yang jamak ditemukan berasal dari barang replika. ”Ini repotnya, barang tersebut sulit dibedakan. Misalnya pakai piringan merek brembo china, kampas rem bukan ori, produk bracket dan selang rem replika. Walau harganya murah, tapi bisa berakibat fatal,”ujarnya.

Barang replika ini tentu memiliki kualitas yang jauh dibawah standar. Seperti yang ditawarkan di sejumlah platform belanja daring dengan selisih harga jauh lebih murah. Sekitar sepertiga dari harga BBK ori. Meski memiliki tag dari brand ternama seperti Brembo, AP Racing atau Wilwood.

“Material dan finishing jelas berbeda. Tapi jika konsumen tidak paham tentu sulit menilai tanpa membandingkan kedua barang tersebut. Jangan sampai terkecoh! jelas Albert.

Dalam proses instalasi  BBK, biasanya ukuran pelek yang digunakan jadi patokan awal bagi para tuner untuk menentukan ukuran yang sesuai. Pasalnya BBK tersebut ditawarkan dengan banyak pilihan ukuran kaliper dan diameter cakram. Kepala babi (kaliper, red) dengan ukuran mini, biasanya dipakai untuk pengereman belakang. Sedangkan small dan medium, bisa untuk depan dan belakang. Untuk ukuran besar, biasanya dipasang untuk bagian depan. Diameter cakram paling kecil (286 mm) biasanya dipergunakan untuk kendaraan dengan pelek 15 inci.

Nah kalau pakai pelek yang dipakai 16 inci dengan cakram 304 mm, 17 inci (330 mm), 18 inci (345 atau 356 mm), 19 inci (380 mm) dan 20 inci (405 mm). Dalam satu paket BBK biasanya terdiri dari cakram, kaliper beserta kampas remnya, slang rem, braket dan mur-baut. Ada juga yang menambahkan minyak rem DOT 5.1 untuk pembelian satu paket BBK.

bbk3

Para petrolhead sendiri lebih mengenal Brembo menjadi salah satu merek unggulan untuk memodifikasi sektor pengereman standar ke perangkat BBK.  Hal tersebut karena merek tersebut sudah terjamin dan banyak digunakan di ajang balap dan terbukti fungsionalnya. Selain itu Altech juga dikenal memiliki banyak pilihan kelir kekinian yang dapat di synchronize dengan bodi mobil. Konsumen juga bisa pilih sendiri kelir yang diinginkan.

Memasang BBK sebenarnya tidak sulit. Namun benar-benar perlu diperhatikan teknis instalasi pengereman tersebut, apakah memang sesuai dengan kendaraan yang akan dipasang. Sebab jika tidak sesuai tentu harus membuat dudukan kaliper agar sesuai. Belum lagi jika beda PCD kendaraan, disc brake juga harus dilubangi lagi sesuai PCD baru.

Kalau memang kit spesifik/bolt on pasti sudah sesuai dengan kendaraan yang akan dipasang. Tentu pemasangan sangat mudah dan cepat. Pastinya lebih presisi dibanding custom bracket sendiri. Jika membeli second, pastikan tidak ada cacat atau bekas modifikasi pada braket.

“Soalnya banyak juga yang sudah berani oprek mesin secara totalitas. Tapi begitu budget terbatas, akhirnya rem dikorbankan dengan cara akal-akalan, padahal itu yang terpenting” ungkap Albert.

Penggantian part yang satu ini, enggak bisa sembarangan. Oleh karena modifikasi rem itu sangat krusial, maka urusan penggantian kampas rem sebisa mungkin harus sesuai merek awalnya. Sudah pasti kalau sesuai dengan merek, dudukan dari kampas rem tersebut pas dengan kaliper.brembo brkae 1

Albert mencontohkan untuk kampas rem berbahan ceramic sangat beresiko untuk dipakai harian atau jarak pendek, karena  bahan tersebut hanya bekerja optimal saat dalam keadaan panas. Berbeda dengan bahan Alumunium Carbon. “Perhatikan lagi peruntukannya seperti apa, karena berbeda bahan kampas, berbeda juga kemapuan performanya. Misal untuk jenis street perlu temperatur khusus, kalau enggak gigit. Sedangkan racing lebih tahan panas,” paparnya.

Untuk pemesanan perangkat tersebut, diperlukan waktu sekitar 2 bulan. Satu set BBK (depan kiri dan kanan) berkualitas, terdiri dari braket, selang rem dan baut dibanderol bekisar Rp 75 juta sampai Rp 100 juta . Untuk bagian belakang harganya lebih mahal.

Makin besar peleknya, sudah pasti harganya lebih mahal, karena akan menggunakan rotor dan disc lebih besar. Itu belum termasuk ongkos jasa pasang kira-kira Rp 1 juta, dengan catatan enggak ada modifikasi yang dilakukan. Biasanya ada penambahan pembuatan braket yang dinilai Rp 2 jutaan. Yok, kita modifikasi sistem pengereman dengan cara yang aman 🙂