Sejak diimpor pada 2017 lalu, produk basecoat asal Inggris U-Pol ini sudah banyak memoles mobil di Indonesia. Dengan tagline “Cat Khusus Mobil Lelaki”. Tekstur cat “kulit jeruk” yang ditargetkan untuk mobil Offroad  ini memiliki karakter yang identik dan lebih tebal dari cat mobil pada umumnya. Tak lama berselang, Raptor meraih penghargaan sebagai “Bahan Cat Anti Gores Pertama di Indonesia” melalui Rekor Otomotif Indonesia (ROI).

“Produk Basecoat Raptor cocok untuk pehobi yang ingin tampil beda dengan motor atau mobilnya, terutama bagi yang menggemari Offroad,” ujar CEO Raptor Indonesia, Marco Chendra.

Di ranah modifikasi nasional, komposisi basecoat yang memuat scratch resistant, UV resistant dan chemical resistant ini menghasilkan ketahanan permukaan cat. Dapat menangkal sejumlah cairan seperti getah pohon, kotoran burung, bensin hingga solar. Cat berbahan Polyurethane mengandung komponen binder dan hardener, dapat diaplikasikan ke permukaan tekstur ini dapat diaplikasikan ke semua permukaan besi, plastik, kayu, dan concerete

Hal ini dikarenakan mobil-mobil Offroad dirasa lebih rentan dengan goresan. Marco mengklaim cat Raptor dijadikan opsi untuk menjaga ketahanan bodi mobil.  Tekstur inilah yang menjadi andalan dari produk raptor. Pengaplikasian ini juga bisa dibuat lebih halus dengan teknik tertentu.

“Jadi kalau kena baret atau tergores tidak berpengaruh ke bodi mobil, bahkan kalau kita congkel pake kuku, malah patah kukunya,” imbuh Marco sambil terkekeh.

Berbeda dengan proses coating biasa menggunakan bahan kimia, kalau tergores dapat merusak permukaan cat.  Akan tetapi hal tersebut justru berbanding terbalik dengan basecoat Raptor. Kalau tergores dan dibersihkan dengan sikat kawat sekalipun, bekas goresan tersebut akan hilang. 

Berbicara eksterior mobil tentu erat kaitannya dengan tampilan, apalagi jika menyoal warna kelir yang digunakan. Khusus untuk para car enthusiast yang memiliki mobil jip, Offroad  atau Sport Utillity Vehicle (SUV) kini tak usah khawatir menjaga bodi mobil dari baret atau cahaya buruk sinar matahari.

“Kalau mobil sudah pakai cat Raptor juga tidak asal nyuci, karena kotoran seperti lumpur atau material berair harus digosok pakai sikat,”terangnya.

Proses full curing dapat mencapai 21 hari meliputi, kerok total, mengganti pelat, membersihkan karat, untuk mobil berukuran besar. Padahal proses mengaplikasikan cat hingga kering hanya dalam waktu 3 jam, atau maksimal satu hari. Tergantung kondisi mobil sebelum masuk ke proses pengecetan. Karena setelah diaplikasikan, mobil tidak perlu melalui proses poles seperti cat mobil pada umumnya.

Sedangkan untuk harga jika dibandingkan cat biasa, basecoat Raptor dibanderol sekitar Rp 35 juta dengan jangka waktu paling lama satu bulan di bengkel. Dengan permukaan model kulit jeruk, Raptor memiliki kekuatan atau tahan sampai 5 sampai 8 tahun. Raptor tersedia dalam beberapa pilihan warna yang dapat dikonfigurasikan sesuai selera.

Sejauh ini, Marco berharap agar dapat berkontribusi untuk mengembangkan industri otomotif Nasional. Terutama berkolaborasi dengan sejumlah modifikator untuk membangun edukasi pasar. “Semoga dengan adanya program edukasi berkesinambungan ini, Raptor dapat bereksplorasi dengan pangsa pasar yang lebih luas,”tutupnya.