Sudah Waktunya Produk Modifikasi Anak Bangsa Diapresiasi

Industri modifikasi nasional memiliki sejumlah produk mendunia. Bahkan, sejumlah barang aftermarket sudah dipamerkan di sejumlah kiblat pameran modifikasi otomotif dunia seperti Sema Show (Amerika Serikat), Tokyo Auto Salon dan Osaka Automesse (Jepang). Gelaran pameran tersebut merupakan kiblat modifikasi yang patut diperhitungkan. Kesempatan ini tentunya jadi momentum pencapaian untuk terus mengenalkan tren otomotif yang berkembang di mata dunia.

Dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, pada Senin (13/7) lalu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo mendorong kolaborasi para pemangku kepentingan di bidang otomotif. Mulai dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Kementerian Keuangan serta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menggagas lahirnya kawasan industri modifikasi otomotif.

“(Dengan adanya kawasan industri modifikasi tersebut) Sehingga terintegrasi, dan mobil atau motor hasil modifikasi tersebut bisa menggelinding di jalan-jalan raya secara aman karena memenuhi standar keselamatan, berdokumen resmi dan membayar pajak,” ujar Bambang.

Menurut pemaparannya, industri modifikasi terbukti menjadi salah satu penyelamat perekonomian nasional dari keterpurukan, sehingga produknya perlu dilegalisasi. Karenanya barang aftermarket semakin digandrungi para konseumen lokal hingga mancanegara. Terlebih komoditi yang diproduksi merupakan komoditas untuk mobilitas harian.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini berkaca ke hasil riset yang dilakukan di AS oleh lembaga riset pasar tentang kecenderungan anak muda menggemari modifikasi mobil yang dimilikinya. “Kalaupun mau membeli mereka memilih membeli mobil yang sudah dimodifikasi, Bukan tak mungkin hal tersebut juga akan terjadi di Indonesia. Memiliki 64 juta penduduk berusia 16-30 tahun, membuat pengembangan usaha modifikasi otomotif sangat cerah ” ungkap Bambang.

Aspek penting yang dinilai dapat meningkatkan kualitas produk dan mematangkan regulasi di bidang otomotif adalah membangun kawasan industri modifikasi terintegrasi. Nantinya kawasan tersebut dapat menghasilkan lebih banyak produk otomotif terutama barang aftermarket agar siap berekspansi hingga ke pasar global.

Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet ini, banyaknya penduduk usia muda jadi kunci utama Indonesia menjadi pemain utama dalam kancah usaha modifikasi otomotif dunia. “Salah satu pakar sepeda motor asal Amerika Serikat, Shige Suganuma pun telah mengakui kualitas motor custom Indonesia. Pengakuan tersebut menunjukan bahwa usaha modifikasi otomotif Indonesia sudah mendapat pengakuan dunia.Sebelumnya, para pemerhati otomotif dari Jepang, Italia, dan Prancis juga telah memberikan pengakuan serupa,” papar dia.

Serangkaian fakta potensi ini, disebut Bamsoet menjadi modal besar sebagai bagian dari ekonomi kreatif dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. Terlebih fakta telah membuktikan itu.

Dia menyebut perhelatan Indonesia Modification Expo (IMX) yang digelar oleh National Modificator and Aftermarket Association (NMAA) beberapa waktu lalu. Hajatan ini telah digelar dua kali, dan saban digelar terbukti menghasilkan perputaran uang yang nilainya lumayan besar.

Selama IMX 2019 misalnya, sebut Bamsoet, transaksi hingga Rp 3,8 miliar dari 22.534 pengunjung. “Dan IMX 2020 yang digelar Oktober nanti di Jakarta, menargetkan nilai transaksi hingga Rp 4 miliar dari 25 ribu pengunjung. Belum lagi ditambah dari ajang serupa di berbagai daerah. Bidang usaha ini termasuk yang mampu menyelamatkan perekonomian Indonesia dari keterpurukan,” tutup Bamsoet.