NMAA News – Sektor otomotif sedang dilanda kelangkaan chip semikonduktor untuk produksi kendaraan bermotor. Kondisi tersebut menyebabkan banyak pabrikann kendaraan kesulitan memproduksi lini produk terbarunya.
Terjadinya krisis chip semikonduktor terutama dalam rantai pasok global mengancam keberlangsungan produksi otomotif dan elektronik. Dampaknya bisa mempengaruhi tren penjualan yang saat ini sedang tumbuh di tengah masa pandemi.
Sejumlah pabrikan mobil terpaksa mencari solusi terbaik untuk menjaga alur proses produksi dalam memenuhi permintaan pasar. Salah satunya, Mitsubishi Motors yang akan berencana mengurangi produksi mobil sebanyak 30.000 unit di lima pabrik yang tersebar di Thailand, Jepang dan Indonesia. Pengurangan produksi tersebut dikabarkan akan dimulai pada awal Juni.
Selain Mitsubishi, Nissan Motor Co juga mengalami hal serupa. Penundaan produksi terjadi di pabrik Kyushu, Jepang. Pabrikan menerapkan penundaan produksi selama tiga hari pada 24, 25 dan 28 Juni. Selain itu, untuk tetap mengimbangi target, Nissan menyesuaikan aktivitas produksi di pabrik Tochigi dan Oppama di Jepang.

Ada juga rencana Toyota Motor Corp akan menghentikan operasi produksinya di pabrik Iwate dan Miyagi pada bulan Juni karena kekurangan chip semikonduktor. Dua jalur produksi di Iwate dan pabrik Miyagi Ohira di Jepang timur akan ditangguhkan dalam waktu tiga hingga delapan hari. Penyetopan produksi ini akan mempengaruhi produksi model termasuk C-HR dan SUV kompak Yaris Cross.
Sementara itu penundaan produksi di pabrikan Shizuoka berdampak terhadap aktivitas produksi sederet mobil Suzuki yang mengalami pending selama 3 sampai 9 hari.
Sejauh ini pabrikan otomotif dan elektronik sedang menyesuaikan utuk tetap memenuhi target produksi. Walaupun sejumlah perusahaan semikonduktor belum bangkit dari krisis yang mereka alami.
Seperti perusahaan Asahi Kasei Microdevices selama ini mensuplai semi konduktor ke industri otomotif dan industri lainnya. Perusahaan satu ini sedang mengkondisikan ketersediaan sejak dihantam krisis pada awal 2021 lalu.

