NMAA News – Audi adalah produsen mobil yang mendalami warisan balap, khususnya reli. Melalui unit kendaraan Sport Quattro yang mendominasi reli Group B pada 1980an dan menempatkan Audi di peta persaingan. Tapi beberapa puluh tahun kemudian, Audi belum melahirkan generasi baru setangguh Sport Quattro.
Alhasil, meski berbeda dari Quattro asli, lahirlah mobil balap bertenaga listrk Audi RS Q e-tron yang diklaim mengadopsi kemampuan Sport Quatrro. Berbeda dengan EV lainnya, RS Q e-tron dirancang khusus untuk menjajal ajang Rally Dakar.

Diantara banyak perusahaan otomotif yang mencoba peruntungan menggarap mobil reli bertenaga listrik, pihak Audi menunjukan teknologi EV dipadu konverter energi yang lebih efisien.
Dalam hal ini, mobil tersebut mengusung mesin TFSI 4 silinder 2.0 liter turbocharged dari Audi DTM. Mesin tersebut disetel untuk mencapai penghematan bahan bakar, dan kemampuan performa hingga 580 Hp pada 4.500 dan 6.000 rpm.
RS Q e-tron masih bergantung pada mesin untuk konvensional yang bertugas menjaga baterai 50 kWh tetap terisi, supaya dapat memberi tenaga ke semua roda. Mobil ini memiliki dua motor listrik dari mobil Formula E e-tron FE07 di setiap porosnya, tidak terhubung secara mekanis dengan propshaft atau diferensial fisik.

Sebagai gantinya, Audi menggunakan perangkat lunak untuk membuat diferensial tengah yang dapat dikonfigurasi secara bebas yang dapat mendistribusikan torsi ke seluruh gandar. Selain generator, energi ditambahkan ke baterai melalui pengereman. Total output sistem tersebut mencapai 670 Hp.

“Kendaraan ini terlihat futuristik dan memiliki banyak elemen desain yang menjadi ciri khas Audi,” kata Juan Manuel Diaz, Ketua Tim Desain Motorsport di Audi.
“Tujuan kami adalah untuk melambangkan Vorsprung durch Technik dan masa depan merek kami,” tambahnya.
Audi telah menguji purwarupa RS Q e-tron di Neuburg pada awal Juli ini. Guna menghasilkan pengujian secara intensif. Selain itu, unit satu ini juga dijadwalkan mengikuti sejumlah ajang reli lintas negara. Seperti rencana awal mereka, untuk menyasar kemenangan reli Dakar pada Januari 2022 mendatang.


